Efek Mudik Lebaran, Konsumsi BBM di Jakarta Menurun

| Rabu, 13/06/2018 07:10 WIB
Efek Mudik Lebaran, Konsumsi BBM di Jakarta Menurun Ilustrasi.

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Arus mudik lebaran yang dimulai sejak Sabtu (9/6) lalu membuat Ibukota Jakarta sepi. Hal itupun juga mempengaruhi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jakarta yang mulai menurun seiring pulangnya jutaan warga Ibu Kota ke kampung halaman mereka.

Ketua Umum Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi menyampaikan bahwa pola penurunan konsumsi saat lebaran merupakan pola tahunan. Menurutnya, permintaan bakal kembali pulih begitu para pemudik kembali ke Jakarta.

"Biasanya, penurunan permintaan bisa mencapai 40 persen," kata Eri seperti dikutip dari laman cnnindonesia.com, Rabu, 13 Juni 2018.

Turunnya permintaan itu pun mempengaruhi pola penerimaan pasokan BBM ke Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU). Hal itu seperti terjadi di SPBU Coco Rasuna Said di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Riki Prasetio, Kepala Shift SPBU Coco Rasuna Said mengungkapkan, di hari kerja, SPBU Coco Rasuna Said menerima kiriman pasokan Pertalite dan Pertamax masing-masing mencapai 32 kiloliter (kl) hingga 48 kl. Namun, di periode mudik ini pasokan yang dibutuhkan masing-masing hanya berkisar 16 kl karena stok BBM di tangki masih mencukupi.

"Kalau kami memesan terlalu banyak takutnya malah tidak tertampung," ujarnya.

Sementara, hal serupa juga terjadi di SPBU Coco Kemang di Kemang, Jakarta Selatan. Kepala Shift SPBU Coco Kemang Achmad Wildan mengungkapkan menurunnya permintaan membuat pengelola SPBU menggeser waktu penerimaan pasokan dari pagi hari menjadi sore hari.

"Dalam sehari, kami menerima 16 kl (untuk Pertalite dan Pertamax)," tutur Achmad.

Tags : Bahan Bakar Minyak , DKI Jakarta , Mudik Lebaran