Testimoni Cak Imin Tentang Film Wage

| Kamis, 16/11/2017 23:46 WIB
Testimoni Cak Imin Tentang Film Wage Cak Imin saat diwawancarai awak media usai nonton film Wage bersama Pemuda Zaman Now di Makassar, 16 November 2017 (foto: Fahmi)

MAKASSAR, RADARBANGSA.COM - Tokoh nasional, Abdul Muhaimin Iskandar ikut memberikan testimoni tentang film yang telah ditontonnya bersama puluhan pemuda zaman now di salah satu bioskop di Kota Makassar, Kamis 16 November 2017.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin itu, film Wage Rudolf Supratman menceritakan sejarah panjang perjuangan pencipta lagu Indonesia Raya semasa hidupnya. "Film ini menceritakan sejarah Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya, seniman yang pejuang," tulisnya lewat akun twitter @cakimiNOW.

Film itu, jelas Cak Imin, menggambarkan perubahan perlahan sosok Wage, dari anak muda yang hobi musik menjadi sosok pejuang. Dan peran yang dimainkan oleh Rendra dianggapnya berhasil menggambarkan sosok pria yang dilahirkan di Purworejo, Maret 1903 besar di tanah Bugis itu.

"Sosok Wage yang ringkih, kurus, kacamata bulat seperti John Lennon, halus, cukup berhasil dimainkan oleh Rendra," tambahnya.

Dalam film tersebut, lanjut Cak Imin, adegan-adegan represi Belanda cukup dominan. Seperti sosok Fritz, tentara Belanda yang sangat getol menguber Wage, cukup exist di film ini. "Mengingatkan saya pada sosok Hans Landa dalam film Inglorious Bastards," jelasnya.

Tidak hanya itu, Cak Imin juga membandingkan nasib yang dialami Wage dengan nasib pianis Yahudi dalam film The Pianis. Namun Spliszman justru luput dari pembunuhan karena keindahan permainan pianonya, sementara Wage menderita karena karya-karyanya.

"Ia (Wage) dikejar hingga ke lubang semut sampai akhirnya meninggal di tahun 1938, 10 hari setelah bebas dari Kali Sosok Surabaya," jelasnya.

Meski adegan Wage bermain biola membuat kesan sedih dan muram dalam film tersebut namun pesan-pesan dalam dialognya cukup kuat.

Sementara yang paling membuat bangga Ketua Umum PKB itu, film tersebut diinisiasi oleh santri dan kiai dari Ploso, Kiai Muctar Jombang dan diproduksi langsung oleh Pemuda Asshiddqiyah. "Film ini cukup recommended untuk para kids jaman now, agar sejarah perjuangan jaman old terus hidup dalam kenangan kita," tutupnya.

Tags : Cak Imin , Film Wage , Testimoni