(Profil) Lukman Edy dan Tekad Jadikan Riau Lumbung Ekonomi Asia Tenggara

| Jum'at, 12/01/2018 12:39 WIB
(Profil) Lukman Edy dan Tekad Jadikan Riau Lumbung Ekonomi Asia Tenggara Calon Gubernur Riau, Lukman Edy

Gubernur Riau Zaman Now, inilah semboyan yang kini melekat pada calon Gubernur Lukman Edy dengan nama lengkap Ir. H. Muhammad Lukman Edy, MSi. LUkman Edy lahir di Teluk Pinang, Indragiri Hilir, 26 November 1970. Dan disebut-sebut sebagai calon gubernur paling muda diantara calon lainnya. Sehingga membawa sifat kaum muda yang lebih energik dalam kepemimpinan Riau mendatang.

Suami dari Gustini Zulianti ini selalu penuh semangat dalam perjuangan. Mengawali karier sebagai kontraktor, yang semakin kedepan menduduki jabatan-jabatan penting lainnya menunjukkan kegigihannya dalam berjuang, terutama meningkatkan kesejahteraan hidup keluarganya.

LE, sapaan akrabnya memulai karier dalam dunia politik dengan bergabung ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Riau periode 1999-2004. Bukti mulusnya perjalanan karir LE terlihat ketiaka ia terpilih sebagai anggota DPR mewakili Kabupaten Indragiri Hilir periode 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019.

Kini, pria yang mencanangkan dirinya sebagai `Gubernur Riau Zaman Now` itu telah mantap untuk mengerahkan tenaga dan hasratnya mensejahterakan Riau. Berbekal pendidikan tinggi yang ditempuh di Universitas Padjajaran, Strata Dua (S2) pada program Administrasi Pembangunan.

Motivasinya, tak lain adalah rasa tanggung jawab yang besar untuk membangun dan membangkitkan kembali keunggulan-keunggulan yang selama ini `terkubur` di Provinsi Riau dan rasa rindu yang mendalam untuk menciptakan generasi mendatang menjadi lebih baik, dengan perekonomian yang sehat, sejahtera dan sumber daya manusia yang unggul.

"Ini merupakan tanggung jawab kita generasi muda, untuk membangkitkan kembali keunggulan-keunggulan yang ada di Riau, membangkitkan kembali sektor ekonomi yang saat ini sangat lemah dan Riau adalah negeri yang terlemah ekonominya. Sehingga kami merasa harus segera membenahi keadaan ini untuk generasi depan yang lebih baik," tuturnya.

Kemudian, permasalahan-permasalahan yang telah menahun dan menunggu lama untuk diselesaika, seperti tingkat pertumbuhan ekonomi Riau yang masih sangat rendah, kemiskinan yang merajalela, dan kesenjangan sosial yang melebar ini, akan menjadi perhatiannya untuk mengelola dan memperbaikinya jika terpilih kelak.

"Karena kita harus segera mengatasi problem-problem yang lama menjadi permasalahan Riau. Kesenjangan sosial yang melebar, ekonomi yang bahkan terendah di Riau ini harus segera kita temukan solusinya. Industri-industri di Riau yang menyerap tenaga kerja dan menunjang kesejahteraan ekonomi dan justru bertumbangan. Ini harus kita bangkitkan kembali," jelasnya.

Tak sampai disitu, kenangannya akan antusiasmenya saat menjadi anggota pansus DPRD Riau dimasa lalu membuatnya ingin mengembalikan dan mengoptimalkan kembali visi Riau 2020 jika kelak ia menjabat sebagai gubernur Riau. Ia ingin semangat Riau kembali seperti layaknya semangat kaum muda yang penuh energi.

"Saya ingin menyusun kembali semangat dan visi Riau 2020, dulu saat menjadi anggota pansus di DPRD Riau, saya yang membentuk visi itu dengan teman-teman. Jadi kita paham benar cita-cita Riau untuk menjadi pusat perekonomian se-Asia Tenggara, dan pusat kebudayaan Melayu. Nanti inilah langkah-langkah yang akan kita lakukan di seratus hari setelah pelantikan," tegasnya.

Tak dapat ditampiknya, LE dan Hardianto (Cawagub Riau pendamping LE) menyadari potensi besar yang dimiliki Riau seiring dengan hambatan besar pula. Salah satunya adalah sistem birokrasi. Untuk mendapatkan sistem birokrasi yang baik bagi Riau, harus dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur yang juga baik, sehat, energik, untuk menjadi penggerak utama visi Riau yang dimaksud.

Terlebih pada kaitannya dengan provinsi Riau yang penduduknya beraneka ragam suku, agama, ras, dan sebagainya, Lukman Edy menginginkan pemerintah yang dapat memfasilitasi secara adil masyarakat. Ia pun ingin karakter masyarakat Riau yang beraneka ragam juga bersatu dan mengedepankan cita-cita Riau dalam pertumbuhan sektor-sektor yang berorientasi pada kebudayaan Melayu.

"Kita adalah pasangan calon yang ingin berpolitik sehat, bersaing secara sehat dan mengedepankan pembangunan kesejahteraan masyarakat yang adil. Itulah arti dan inti demokrasi, semua calon pemimpin memiliki kualitasnya masing-masing, kita terima dengan lapang dada kemenangan ataupun kekalahan," tandasnya.

Pendidikan:

  1. SDN 01 Cinta Raja Pekanbaru
  2. SMPN 04 Pekanbaru
  3. SMAN 06 Pekanbaru
  4. S1 Teknik Sipil Universitas Brawijaya, Malang (tamat 1995)
  5. S2 pada program Administrasi Pembangunan, Universitas Padjajaran, Bandung (tamat 2004)

Karier:

  1. Ketua DPD Gapensi, Riau
  2. Ketua Bidang Sertifikasi dan Akreditasi Kadin, Riau
  3. Ketua Asosiasi Kontraktor Air Indonesia (AKAINDO), Riau
  4. Direktur Utama PT Inti Grup (Konsultan dan Kontraktor)
  5. Komisaris PT Transmalindo Energi (pertambangan dan power plan)
  6. Komisaris PT Megah Karya Prima (kontraktor)
  7. Komisaris Harian Rakyat Riau, Pekanbaru
  8. Pendiri tabloid politik Pondasi
  9. Anggota DPRD Riau, utusan Kepulauan Riau, 1999-2004
  10. Anggota DPRD Riau, utusan Kabupaten Indragiri Hilir, 2004-2005
  11. Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Daerah Riau, 2004-2009
  12. Ketua Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Riau, 2004-2009
  13. Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kabinet Indonesia Bersatu, 2007-2009
  14. Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Riau 2 (2009)

Penghargaan:

  1. Bintang Mahaputera Adipradana oleh oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2014
  2. Wakil Rakyat Terbaik 2017 versi Panggung Indonesia
  3. Sosialisasi nonstop 26 jam tanpa putus versi Museum Rekor Indonesia
Tags : Lukman Edy , Pilgubri 2018