Group Musik Sabyan Gambus, Trending di Youtube dan Disukai Milenial

| Selasa, 29/05/2018 21:16 WIB
Group Musik Sabyan Gambus, Trending di Youtube dan Disukai Milenial Group musik Sabyan Gambus. (Foto: youtube)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Grup musik Sabyan Gambus beberapa waktu ini sedang naik daun. Tak salah, popularitasnya meroket seiring banyaknya jumlah viewer di chanel YouTube mereka yang mencapai lebih dari 100 juta kali.

Grup gambus yang digawangi kawula muda ini bukan gambus biasa seperti yang banyak diketahui masyarakat. Group ini mampu membuat pengemasan yang menarik dan kekinian sehingga musik-musik karya Sabyan Gambus disukai oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak, orang tua hingga milenial.

Seperti dilansir dari laman kumparan.com, Selasa, 29 Mei 2018, berbicara soal musik gambus tidak akan lepas dari cerita asal mula musik ini sampai ke Indonesia. Gambus merupakan musik asal timur tengah yang mulai dikenalkan ke Nusantara pada abad ke-19 bersamaan dengan datangnya para imigran Arab dari Hadramaut atau Republik Yaman.

Para imigran ini datang bukan hanya untuk berdagang mereka juga membawa kebudayaan mereka, salah satunya hiburan gambus. Selain sebagai sarana hiburan, gambus juga menjadi sarana untuk berdakwah kepada masyarakat.

Syair yang dibawakan dalam lagu gambus biasanya berisi senandung pujian dan doa-doa kepada Sang Pencipta. Ada juga ajakan untuk mengikuti tauladan Nabi Muhammad seperti salawat.

Kalau dulu gambus dimainkan dengan alat musik petik sambil diiringi gendang. Kini, alat musik yang dimainkan cukup beragam, ada keyboard, gendang, perkusi, hingga biola. Salah satu pemusik gambus di Indonesia yang cukup terkenal adalah Syech Albar atau ayah penyanyi rock Ahmad Albar.

Tahun 1920 hingga 1930-an, lagu-lagu gambus Syech Albar banyak digemari masyarakat. Bahkan lagu-lagu pemusik keturunan Arab-Indonesia itu masuk dapur rekaman dan diabadikan dalam piringan hitam ‘His Master Voice’.

Popularitas gambus sempat meredup karena masyarakat lebih suka musik bergenre pop, rock atau jazz. Namun saat ini gambus kembali naik daun karena pengaruh dari grup musik Sabyan yang bisa menyesuaikan dengan tren milenial saat ini.

Sabyan memang ingin mengenalkan kembali musik gambus, bukan hanya kepada orang tua tetapi juga kepada kalangan milenial. Misi Sabyan ini bisa dibilang sukses karena setiap kali tampil, para penggemar Sabyan berbondong-bondong hadir dan sebagian besar dari mereka memang anak-anak muda.

Berkat Sabyan Gambus, aliran musik religi kembali mengggema. Grup musik gambus yang sudah berdiri sejak awal 2015 ini beranggotakan Khoirunissa atau yang dikenal Nissa sebagai vokalis, Anisa Rahman vokalis kedua, Ayus sebagai keyboardis, Wawan di posisi gendang, Kamal di posisi perkusi, dan Tebe pada biola.

Bukan hanya musiknya yang enak didengar, Sabyan Gambus yang digawangi oleh anak muda membuat grup ini banyak diidolakan kalangan milenial.

Setiap lagu-lagu yang dinyanyikan Sabyan Gambus diunggah di akun media sosial, maka videonya selalu banyak ditonton masyarakat, bahkan pernah sampai lebih dari 100 juta kali.

"Musik yang dipelajari anak-anak Sabyan memang musik gambus. Pada dasarnya karena dari lingkungan juga, mereka ini adalah awalnya mungkin sebelum gambus ada marawis. Kita menjalani musik yang pada dasarnya kita sukai, dan alhamdulillah semua menyukai lagu salawat," ujar Wawan, salah satu personil Sabyan Gambus.

Tags : Sabyan Gambus , Musik Religi , Milenial