Pagar Nusa Kutuk Keras Klaim Kontroversial Trump Soal Jerussalem

| Kamis, 07/12/2017 14:48 WIB
Pagar Nusa Kutuk Keras Klaim Kontroversial Trump Soal Jerussalem Ketua PP Pagar Nusa M. Nabil Haroen

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel menuai kecaman dan penolakan keras dari berbagai negara, Organisasi dan tokoh dunia. Salah satu organisasi yang menolak keras adalah Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU).  Ketua Umum PP Pagar Nusa, M. Nabil Haroen dalam keterangan persnya mengutuk keras terhadap penyataan kontroversial Trump tersebut.  

"Sebagai Ketua Umum Pagar Nusa Nahdlatul Ulama, saya mengutuk keras atas langkah dan kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mendukung penetapan Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel. Tentu saja, langkah ini membikin konstelasi politik Timur Tengah, dan secara lebih luas, dunia internasional, menjadi terguncang," ujar M Nabil Haroen, Kamis 7 Desember 2017.

Kebijakan ini, lanjut Nabil, akan merusak inisiasi damai yang dikembangkan Palestina-Israel, yang juga didukung oleh banyak negara, di antaranya pemerintah Indonesia. Sebagai ormas Islam terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama sudah bersikap tentang bagaimana pentingnya perdamaian di kawasan Timur Tengah, khususnya perdamaian Palestina-Israel.

"Sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama yang berkonsentrasi pada ranah security, geo-politik dan pertahanan, Pagar Nusa mengutuk keras Kebijakan Presiden Donald Trump," tegasnya. 

Menurutnya, inisiasi perdamaian yang selama ini dibangun akan porak-poranda. Terlebih, Jerussalem sebagai kota suci, yang menjadi rujukan kota spiritual tiga agama: Islam, Yahudi, dan Nasrani.

"Jangan sampai kebijakan ini menjadi bumerang bagi politik internasional Amerika Serikat dan mendorong meningkatnya ketegangan. Pagar Nusa mengutuk keras kebijakan ini, dan berharap dialog antar pemuka umat agama di lintas negara, menjadi jembatan untuk membangun perdamaian Palestin-Israel," tutupnya. 

Tags : Pagar Nusa , Jerusalem , Trump