Karding Ulas Tiga Alasan PKB Jadi `Kunci` di Pemilu 2019

| Senin, 12/03/2018 23:10 WIB
Karding Ulas Tiga Alasan PKB Jadi `Kunci` di Pemilu 2019 Sekjen PKB, Abdul Kadir Karding (courtesy of MNC News Channel)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Ketika UU Pemilu serentak 2019 disahkan oleh Rapat Paripurna DPR RI pada Jumat 21 Juli 2017 yang lalu, banyak kalangan menyebut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi penentu untuk partai yang akan mencalonkan presiden dan wakil presiden mendatang.

Bukan tanpa alasan bagi PKB untuk percaya diri menyongsong pemilu presiden 2019. Di parlemen, PKB memiliki 47 kursi dari 11.298.957 suara (9,04 persen), sementara partai lainnya seperti NasDem, Hanura, ataupun PPP, dan PKS bahkan tidak mencapai 7 persen suara.

Sekjen DPP PKB, Abdul Kadir Karding berujar, ada tiga alasan mengapa partainya menjadi kunci pada Pemilu 2019 mendatang.

Pertama, PKB adalah partai yang mewakili basis kaum Islam moderat terbesar dan tersebar di seantero Indonesia. Didalamnya ada Nahdlatul Ulama yang notabene menjadi rumah para Kiai, Ulama, dan santri.

“Kita tahu pasca politik DKI Jakarta beberapa waktu lalu isu agama mengeras untuk menghantam calon tertentu. Maka perlu penengah untuk menetralisirnya, dan PKB beserta NU hadir untuk membentenginya,” kata Karding saat menghadiri Indonesia Bicara bertajuk “Parpol Dipusaran Pilpres 2019” di MNC Channel, Senin 12 Maret 2018.

Kedua, lanjut Karding, terdapat beberapa partai yang berkeinginan untuk merapat dan mendukung pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Teranyar adalah kabar Partai Demokrat juga akan mendukung Jokowi.

Menurut Karding, kondisi tersebut membuat partai lain sekaligus oposisi pemerintah seperti Gerindra dan PKS tentu bakal melirik PKB. Bahkan bukan tidak mungkin juga mengajaknya berkoalisi.

“Ketiga, Cak Imin ini tokoh yang tidak diragukan, di DPR pernah menjabat wakil ketua termuda, pengalaman sudah luar biasa. Tentu banyak partai yang melirik beliau. Tinggal memang teman-teman PKB, NU dan Kiai memacu elektabilitas dan popularitas Cak Imin,” tegas Karding.

Tags : Abdul Kadir Karding , PKB , Jokowi