Karding: Ida Fauziyah Gagas RUU Madrasah, Ganjar Malah Pro FDS

| Selasa, 13/03/2018 14:45 WIB
Karding: Ida Fauziyah Gagas RUU Madrasah, Ganjar Malah Pro FDS Pasangan Cagub/Cawagub Jateng, Sudirman Said-Ida Fauziyah (foto: Radarbangsa)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding menyebut pasangan Cagub-Cawagub Jawa tengah, Sudirman Said-Ida Fauziyah sangat potensial memenangkan pertarungan di Pilkada 27 Juni 2018 mendatang.

Dalam sebuah acara bertajuk Laporan Khusus Rumah Pilkada: Survei Elektabilitas Litbang Kompas, Selasa 13 Maret 2018, Karding menjelaskan cukup banyak perbedaan antara pasangan incumbent dengan Sudirman-Ida.

“Mbak Ida ini bukan hanya dia perempuan, tapi sejak di DPR dia sudah menunjukkan pemihakan kepada perempuan. Jadi undang-Undang soal perempuan, soal anak itu zaman Mbak Ida jadi DPR itu sangat konsen,” kata Karding.

Ida Fauziyah memang dikenal cukup lama malang melintang disejumlah organisasi perempuan, seperti Fatayat NU, hingga legislatif di DPR RI. Ia tercatat satu-satunya perempuan PKB yang selalu terpilih sebagai Anggota DPR sejak era reformasi 1999.

Satu hal yang juga harus diketahui masyarakat, terang Karding, keberpihakan Ganjar ke Pondok Pesantren dan Madrasah juga tidak optimal dilakukan selama ia menjabat Gubernur dengan tak merespon baik keinginan masyarakat untuk menghapus Full Day School.

Sementara Ida Fauziyah bersama NU dan PKB saat itu tak henti menyuarakan penolakan Full Day School lantaran diyakini dapat mematikan Madrasah Diniyah yang sudah menjadi identitas pendidikan berkarakter di tengah masyarakat NU.

“Satu hal misal soal pemihakan pada Ponpes dan Madrasah. Ketika full day school ramai dipersoalkan, pak Ganjar tidak terlalu respon, ini penting disampaikan kepada masyarakat apalagi mbak Ida ini adalah salah satu penggagas RUU Madrasah,” tegas Karding.

Sementara Sudirman, kata Karding, juga tak kalah berpengalaman. Ia pernah menjabat sebagai menteri di era Presiden Joko Widodo, hingga aktif di organisasi anti korupsi, seperti Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) dan Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG).

Maka tak mengherankan jika pasangan ini merupakan kombinasi yang pas untuk membangun Jateng yang saat ini masih belum optimal. Hal ini sangat padu dengan tagline yang mereka usung, mBangun Jateng Mukti Bareng.

“Saya kira Pak Sudirman Said ini tinggal mengupgrade berbagai hal yang dianggap kurang dizaman Pak Ganjar, misalnya soal pupuk, pabrik semen di Rembang, itu harus ada solusi baru dari pak Dirman daripada Pak Ganjar,” kata Karding.

Karding memaparkan, kondisi perekonomian yang stagnan bahkan cenderung menurun dan infrastruktur yang belum merata di Jateng sepatutnya dapat dikabarkan secara luas kepada masyarakat oleh pasangan yang diusung Gerindra, PKB, PAN, dan PKS ini.

 

Tags : Abdul Kadir Karding , Sudirman Said , Ida Fauziyah