Di Depan Civitas Untirta, Cak Imin Ulas Gagasan Soedurisme

| Rabu, 21/03/2018 11:37 WIB
Di Depan Civitas Untirta, Cak Imin Ulas Gagasan Soedurisme Cak Imin saat menyampaikan orasi ilmiah disela prosesi wisuda mahasiswa Untirta, Banten (dok PKB)

BANTEN, RADARBANGSA.COM - Tokoh nasional, A Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyampaikan orasi ilmiah di depan 900 wisudawan dan wisudawati Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Rabu 21 Maret 2018. Cak Imin berharap civitas akademika Untirta dapat tumbuh menjadi generasi yang berdikari, optimis dan percaya diri dibarengi dengan semangat kemanusiaan dalam seluruh aspek kehidupan atau humanisme.

Menurut Cak Imin, mandiri adalah semangat yang sudah diperjuangkan oleh Soekarno dengan Marhaenismenya. Sementara kemanusiaan atau humanisme adalah gagasan Gus Dur yang sudah diakui oleh dunia dan terbukti membawa kemaslahatan bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Saya kawinkan keduanya menjadi Soedurisme. Sudur berasal dari bahasa Arab yang berarti dada, artinya di dada kita mari tumbuhkan kemandirian, di dada kita mari tingkatkan kepercayaan diri untuk bersaing, dan dibalik dada kita ada hati yang mengedepankan kemanusiaan atau humanisme,” kata Cak Imin.

Dalam kesempatan itu, Cak Imin juga berharap Untirta turut serta menyiapkan diri dengan mengisi kekuatan kaum muda untuk memperbaiki masa depan Indonesia, apalagi ada momentum bonus demografi.

“Indonesia memasuki bonus demografi dengan jumlah angkatan muda yang sangat besar bahkan terbesar di dunia dengan prosentase 40 persen dari total penduduk kita,” kata Cak Imin.

Cak Imin membeberkan tiga hal yang bisa dilakukan menyambut bonus demografi itu. Pertama kepemimpinan harus kuat. Menurut Cak Imin, kaum muda jangan hanya menjadi follower, tapi harus tumbuh menjadi leader sekaligus enterpreneurship handal.

“Hal ini juga perlu diperkokoh dengan network yang kokoh agar mandiri dan berdaya saing,” terang Cak Imin.

Kedua, lanjut Cak Imin, Indonesia tidak boleh selamanya tunduk ke pasar. Kondisi ini membuat yang kuat akan tampil sebagai pemenang, sementara yang lemah tidak akan berdaya.

Menurut Cak Imin, bangsa Indonesia tidak boleh tunduk terhadap pasar. Ia harus menjadi partner pemerintah, bukan malah mendikte pemerintah. “Ketiga, pelaku ekonomi di Indonesia harus tumbuh dalam jumlah yang besar,” pungkas Cak Imin.

Tags : Cak Imin , Untirta , Sudurisme