Cak Imin: Trust Mahal, PKB Hadir sebagai Solusi

| Senin, 21/05/2018 14:50 WIB
Cak Imin: Trust Mahal, PKB Hadir sebagai Solusi Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (dok PKB)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Hari ini, Senin 21 Mei 2018 tepat 20 tahun peristiwa bersejarah bagi Indonesia, reformasi. Sejak saat itu pula Soeharto yang telah memegang tampuk kekuasaan selama 32 tahun akhirnya lengser.

Peristiwa tersebut juga menandai berdirinya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sehari setelah peristiwa bersejarah itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai kebanjiran usulan dari warga NU di seluruh pelosok Tanah Air untuk mendirikan partai.

Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar mengenang peristiwa yang sangat bersejarah itu. Menurut Cak Imin (demikian dia biasa disapa), PKB lahir diantara akhir era Orde Baru dan awal era reformasi.

“Hari ini kita peringati 20 tahun reformasi. Ditandai pengunduran diri Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. Akhir sebuah era dan awal gerakan reformasi. PKB lahir dari dinamika gerakan untuk membangun bangsa yang bhinneka ini,” tulis Cak Imin di laman twitter pribadinya.

Cak Imin mengakui bahwa reformasi memberi perubahan yang luar biasa di Indonesia. Masyarakat kini bebas mengutarakan pendapat, bahkan PKB dengan leluasa bisa didirikan oleh para Ulama dan Kiai.

Untuk itu, lewat refleksi 20 tahun perjalanan reformasi, Cak Imin mengajak seluruh kader PKB memaknai arti reformasi yang sesungguhnya sesuai amanah pendiri PKB.

Salah satunya dengan meningkatkan rasa percaya (trust) antar sesama anak bangsa dan menumbuhkan semangat kebhinekaan yang lebih menekankan pada penghargaan atas keberagaman, kesetaraan dan kesederajatan.

“Ini (rasa percaya) menjadi keharusan, kebajikan yang semakin mahal di negeri ini. Rasa saling percaya bisa jadi modal suatu bangsa yang memiliki kebhinekaan,” pungkas Cak Imin.

 

Tags : Cak Imin , Reformasi , PKB