Cara Cak Imin Kenang Harlah Bung Karno; Gagas Soedurisme

| Rabu, 06/06/2018 13:15 WIB
Cara Cak Imin Kenang Harlah Bung Karno; Gagas Soedurisme A Muhaimin Iskandar (dok PKB)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Bulan Juni memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia. Selain hari lahirnya Pancasila, juga kelahiran Proklamator sekaligus Bapak Bangsa Indonesia, Soekarno.

Hari lahir dan tempat lahir Bung Karno sempat jadi polemik. Apalagi, ada campur tangan penguasa Orde Baru dengan memanipulasi momentum penting dalam kehidupan sang Proklamator tersebut untuk memuluskan proyek desoekarnoisasi.

Terkait dengan hal ini, Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat sosok Bung Karno dengan jernih, tanpa sekat kontroversi.

“Sebagai anak bangsa, kita harus melihat sosok Bung Karno tanpa halangan apapun, jernih. Jangan ditutup-tutupi jasanya dan jangan dikultuskan dirinya. Walau ada pro-kontra, Bung Karno kebanggaan Indonesia,” cuit Cak Imin di laman twitter pribadinya @cakimiNOW, Rabu 6 Juni 2018.

Mengacu pada biografi Bung Karno yang ditulis Cindy Adams berjudul Soekarno Penyambung Lidah Rakyat (cetakan pertama 1965), Soekarno mengaku lahir pada 6 Juni 1901.

Dalam buku itu dia bilang, “hari lahirku ditandai oleh angka serba enam. Tanggal enam, bulan enam.” Soekarno juga bilang, “karena aku dilahirkan di tahun 1901.”

Pengakuan tersebut tentu sangat cukup menjadi bukti sekaligus legitimasi hari lahir Bung Karno. Oleh karena itu, kata Cak Imin, jauh lebih baik jika bangsa Indonesia mencintainya dan melestarikan gagasan-gagasannya yang sangat Indonesiais.

“PKB dengan Soedurisme turut mendukung agar Bung Karno memperoleh kembali secara lebih adil kehormatan yang menjadi haknya dalam sejarah Indonesia,” tegas Cak Imin.

Bagi Cak Imin, Bung Karno juga seperti KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Sama-sama memiliki kepemimpinan yang membela hak-hak hidup rakyat miskin, seperti kaum yang tak tersentuh kemajuan dan kesejahteraan, tertindas oleh keserakahan.

“Itu kami konsepkan dalam Soedurisme untuk diperjuangkan. Bung Karno adalah pemimpin 360 derajat. Sejarah hidupnya adalah sejarah Indonesia juga,” pungkas Ketua Umum PKB ini.

Tags : Cak Imin , Soedurisme , Soekarno