Cak Imin: Nyawa Saya untuk Para Santri

| Senin, 30/07/2018 19:43 WIB
Cak Imin: Nyawa Saya untuk Para Santri Cak Imin terlihat meneteskan air mata saat menyambut kedatangan Laskar Santri dari Ciamis (foto:dok PKB)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Ribuan Laskar Santri yang melakukan longmarch dari Ciamis menuju Jakarta telah mendapat sorotan banyak pihak. Aksi yang terbilang nekat itu dilakukan mereka demi menyampaikan mandat Cawapres untuk Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Setelah 11 hari melakukan perjalanan sepanjang 320 kilometer, mereka tiba di kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan disambut langsung oleh Cak Imin, Senin 30 Juli 2018. Tangis dan haru pun pecah, tak terkecuali dari sang Panglima Santri Nusantara itu.

“Saya sungguh terharu, bangga dan terimakasih, Laskar Santri dari Ciamis hingga kini bisa sampai Jakarta,” kata Cak Imin sambil menitikkan air mata.

Kepada awak media, Cak Imin menegaskan bahwa gerakan tersebut adalah bukti jika para ulama dan kaum santri yang biasa dia sebut sebagai Silent Hope (harapan diam) memang nyata dan ingin ada perwakilan dari mereka tampil memimpin Indonesia.

Aksi nekat tersebut sempat membuat Cak Imin meminta mereka untuk kembali ke Ciamis. Cak Imin membayangkan betapa letihnya mereka berjalan ratusan kilometer, namun juga tak kuasa melarang.

“Pada saat mereka sampai di Bandung, saya sudah pesan pada mereka untuk kembali saja ke Ciamis, karena saya tidak tega melihat lelah dan penderitaan selama perjalanan,” ungkap Cak Imin.

Akan tetapi tekad dan semangat mereka jauh mengalahkan permintaan Cak Imin. Mereka tetap melanjutkan perjalanan dengan satu tekad, menyerahkan mandat ulama secara langsung kepada Cak Imin sebagai Cawapres.

“Tapi mereka tetap bertekat bahkan dengan semangat bisa dibilang yang membabibuta, karena menitipkan sebuah cita-cita,” sambung Cak Imin.

Ribuan Laskar Santri ini telah memberikan sebuah bukti bahwa perjuangan kaum santri tak bisa dianggap remeh. Bukan hanya soal mandat yang mereka bawa untuk Cak Imin, namun juga cita-cita mereka begitu luhur.

“Penderitaan ini terlampau lama kami rasakan, kehidupan kami terlampau berat untuk tidak kami utarakan, perhatian kepada pesantren, perhatian pada perjuangan Aswaja itulah yang dititipkan kepada saya,” terang Cak Imin.

Oleh karena itu, tekad Cak Imin untuk menjaga dan memperjuangkan amanah tersebut semakin bulat. Tak hanya itu, Wakil Ketua MPR RI ini menyatakan siap mempertaruhkan apapun demi mewujudkan cita-cita luhur Laskar Santri.

“Saya bertekad jadi Wakil Presiden atau tidak jadi Wakil Presiden saya bekerja keras untuk mereka, saya akan abdikan keringat, air mata, nyawa saya untuk para santri yang tidak bisa ditahan untuk terus bergerak,” pungkas Cak Imin.

Tags : Cak Imin , Laskar Santri , Cawapres