Kiai NU Dorong JOIN, Ketum PBNU: Sudah Saya Sampaikan ke Istana

| Selasa, 07/08/2018 21:54 WIB
Kiai NU Dorong JOIN, Ketum PBNU: Sudah Saya Sampaikan ke Istana PBNU melalui NU Care Lazisnu menyalurkan bantuan Rp 1 Miliar untuk membantu korban gempa bumi di Lombok, NTB, Selasa (7/8). (Foto: Nu Online)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj mengaku sudah menyampaikan mandat dan aspirasi 95 Kiai Sepuh dan Ulama NU kepada pihak Istana Negara yang mendorong Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai Cawapres Joko Widodo.

“Jadi sudah saya sampaikan, sudah saya komunikasikan. Jadi tugas saya sudah selesai, diterima atau tidak, itu terserah istana," ujar Kiai Said kepada awak media di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa 7 Agustus 2018.

Menurut Kiai Said, mandat dan aspirasi yang menginginkan duet JOIN (Jokowi-Muhaimin) menjadi perhatian PBNU lantaran disuarakan tak hanya oleh satu Kiai dan Ulama, melainkan oleh banyak Kiai yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, NTB, Sumatera Utara, Kalimantan dan lainnya.

“Semua menyampaikan agar dititip kepada PBNU, kemudian PBNU menyampaikan kepada pemerintah, Pak Jokowi supaya menjadikan Cak Imin sebagai cawapres," tegas Kiai Said.

Selain itu, Kiai Said juga menyatakan peran besar NU selama ini dalam menjaga persatuan bangsa. Bahkan, ia juga tidak menampik PBNU selalu diajak bicara terkait kebijakan-kebijakan yang akan diambil pemerintah.

Namun, dia merasa NU belum diajak sebagai penentu kebijakan. Sebab itulah para Kiai NU mengajukan nama Cak Imin untuk digandeng sebagai cawapres.

"Ya sekarang kami meminta diajak sebagai penentu kebijakan. Jangan hanya diajak sebagai mitra, jangan hanya dimintakan tolong, hanya diajak mendorong kendaraan mogok. Jadi yang menentukan kebijakan ya presiden dan wapres," pungkas Kiai Said.

Tags : Cak Imin , Jokowi , Said Aqil Siroj