Warga Cinangka Tolak Pembangunan Kandang Ayam Seluas 16 Hektare

| Selasa, 09/10/2018 20:36 WIB
Warga Cinangka Tolak Pembangunan Kandang Ayam Seluas 16 Hektare Masyarakat Cinangka melakukan aksi penolakan pembangunan kandang ayam seluas 16 hektare (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Puluhan warga Cinangka, Kabutapen Serang, Banten melakukan aksi damai menolak pembangunan kandang ayam seluas 16 Hektar oleh PT. Cibadak Indah Sari Farm. di Kampung Sadatani, Selasa 9 Oktober 2018.

Masyarakat Cinangka, mengaku keberatan dengan adanya pembangunan kandang ayam raksasa tersebut karena jarak antara pemukiman dan proyek pembangunan hanya sejauh 1 kilometer dari pemukiman warga.

Selain itu, terdapat beberapa lembaga pendidikan di sekitar proyek Pembangunan. Seperti Nurul Fikri Boarding School, Pesantren Tahfidz Fajrul Karim, Math`laul Anwar (MA) yang santri dan siswanya mencapai ribuan serta masyarakat sekitar.

Mega proyek Kandang ayam tersebut diperkirakan dapat menampung kurang lebih 500.000 ekor ayam tiap panennya. Keberadaan kandang ayam dilingkungan masyarakat akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan serta mengganggu kenyamanan.

Koordinator Lapangan aksi, Sahroni mengatakan, PT. Cibadak Indah Sari Farm diduga melakukan 3 proses yang tidak prosedural. "Pertama, tidak adanya izin dari Pemerintah Daerah setempat. Kedua, tidak adanya komunikasi yang baik dengan masyarakat," kata Sahroni kepada Radarbangsacom.

"Ketiga, tidak mengindahkan adanya lembaga pendidikan yang telah lama berdiri dengan jumlah ribuan siswa. Siswa-siswa tersebut adalah investasi berharga yang sering mengharumkan nama baik Kabupaten Serang dan Provinsi Banten, baik dikancah nasional maupun internasional," tambahnya.

Sementara peserta aksi lain mengatakan bahwa sebagai warga Cinangka keberatan dengan hadirnya pembangungan kandang ayam tersebut karena pasti polusi bagi masyarakat sekitar.
 
“ Saya keberatan dengan adanya pembangunan ternak ini, soalnya bau kotorannya ganggu banget. Selain itu, saya kan jual makanan. Jadi pasti banyak lalat, itu akan sangat mengganggu sekali” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sejauh ini, perwakilan warga masih terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah. Dengan harapan, pemerintah akan sigap menanggapi isu tersebut demi menjaga lingkungan dan kelangsungan pendidikan.

Tags : Akai Tolak Kandang Ayam ,

Berita Terkait