Pemerintah Rancang Kurikulum Universitas Islam Internasional Indonesia

| Kamis, 07/03/2019 09:13 WIB
Pemerintah Rancang Kurikulum Universitas Islam Internasional Indonesia Desain Universitas Islam Internasional Indonesia (dok Kementerian PUPR)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama jajarannya mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla guna membahas progres report terkait Organisasi, Tata Kelola, dan Persiapan Kegiatan Akademik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Juga hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil dan pejabat dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi.

“Sejumlah agenda yang dibahas bersama Wapres dan menteri adalah terkait kurikulum dan hal-hal yang sifatnya non fisik, yaitu: persiapan rektor, guru besar, dan mekanisme rekruitmen mahasiswa,” ujar Menag di Jakarta, Rabu 6 Maret 2019.

Menurut Menag, saat ini mata dunia melihat Indonesia dalam pengembangan nilai-nilai Islam dalam ikut membangun peradaban dunia. Karena itu, sudah saatnya Indonesia memiliki perguruan tinggi bertaraf internasional untuk bisa memberi pemahaman yang luas kepada dunia bagaimana nilai Islam diterapkan dalam kehidupan saat ini dan masa mendatang.

Soal program studi di UIII, lanjut Lukman, sudah disiapkan tiga fakultas, yakni: Islamic Studies, Sosial Sciences, dan Education. “Sementara itu, nanti kita akan kembangkan terkait ekonomi Islam, kebudayaan, seni, dan program lainnya. Tahap pertama kita fokus pada tiga fakultas tadi,” katanya.

Soal rekruitmen mahasiswa, UIII yang terletak di Kompleks RRI, Cimanggis, Depok, Jawa Barat ini akan fokus menerima lulusan S1 untuk program S2 dan S3 yang sebagian besarnya diperuntukan bagi mahasiswa mancanegara.

“Selain mendalami ilmu keislaman dan keindonesian, secara khusus misi yang diemban oleh UIII adalah bagaimana mahasiswa yang datang dari berbagai negara pada akhirnya secara langsung menjadi duta-duta Indonesia di negara masing-masing dalam menjelaskan penerapan nilai Islam di Indonesia,” menteri menerangkan.

Terkait masih adanya persoalan dalam pembebasan lahan, dijelaskan Menag, pihaknya saat ini sudah menempuh jalan musyawarah dengan warga yang menempati dan penggarap lahan.

“Mudah-mudahan tahun depan secara bertahap sudah tuntas pembangunan tahap pertama. Pembangunan UIII akan selesai dalam tiga tahun ke depan,” tutur Menag.

Tags : Kemenag , Universitas Islam Internasional Indonesia