Ratusan Petugas Pemilu Meninggal, Cak Imin: Pemilu Serentak Harus Diubah!

| Rabu, 24/04/2019 13:27 WIB
Ratusan Petugas Pemilu Meninggal, Cak Imin: Pemilu Serentak Harus Diubah! Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat memberikan hak suara pada Pemilu 2019 di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (17/4). (Foto: radarbangsacom)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan bahwa petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal saat menjalankan tugas bertambah menjadi 119 orang dan 548 orang menderita sakit yang tersebar di 25 provinsi.

"Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 16.30 WIB, petugas kami yang mengalami kedukaan ada 667 orang, 119 meninggal dunia, 548 sakit, yang tersebar di 25 provinsi," kata Komisioner KPU, Viryan Aziz di gedung KPU, Selasa, 23 April 2019, kemarin.

Menurut Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek, banyak petugas Pemilu meninggal dan sakit dipicu mengalami kelelahan karena jam kerja yang begitu panjang,” Tidak mungkin kita bekerja selama 24 jam, bisa kelelahan,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan, Pemilu Serentak (Pilpres dan Pileg) harus dirubah atau dikembalikan pada pemilu sebelum 2019.

“Pemilu serentak harus dirubah! Sudah sejak awal saya ingatkan bhw penjadwalan ini pemaksaan, MK terlalu campur tangan urusan teknis, padahal KPU dan Partai Politik punya pengalaman. Rubah sistem pemilu,” kata Cak Imin melalui akun twitternya @cakiminow, Rabu 24 April 2019.

Tags : Cak Imin , PKB , Pemilu 2019 ,