Sesalkan Tindakan Rizieq Shihab di Ma’la, Agus Maftuh: Tidak Etis

| Kamis, 08/08/2019 09:31 WIB
Sesalkan Tindakan Rizieq Shihab di Ma’la, Agus Maftuh: Tidak Etis Tangkapan layar video pertemuan Agus Maftuh, keluarga dan star KBRI dengan KH. Maimoen Zubair di Mekah (dok FB Agus Maftuh Abegebriel)

MEKAH, RADARBANGSA.COM - Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel membantah klaim banyak pihak yang menyebut Habib Rizieq Shihab memimpin pembacaan doa saat pemakaman ulama kharismatik, KH. Maimoen Zubair atau Mbah Moen di Mekah yang wafat pada Selasa 6 Agustus 2019.

Menurut Agus, Rizieq memang terlihat hadir di area pemakaman. Namun ada jenazah lain yang juga wafat di hari yang sama dengan penutup kain berbeda dengan jenazah Mbah Moen.

Agus berkisah ketika dirinya menunggu kedatangan jenazah Mbah Moen di pemakaman Ma`la dengan para staf KBRI, memang datang jenazah dengan tutup kafan warna biru yang langsung dikerubuti oleh banyak jemaah di situ, termasuk Rizieq.

“Para jemaah memang saya lihat sudah bersiap-siap di beberapa lubang pemakaman di kiri kanan penuh sesak. Karena saya tahu penutup jenazah Mbah Moen adalah warna hitam seperti jubah kebesaran Saudi, saya tidak ikut berebut jenazah dan menunggu jenazah Mbah Moen yang belum sampai di makam," kata Agus Maftuh kepada wartawan, Rabu 7 Agustus 2019.

Rizieq, kata Agus, memang hadir sejak awal dan berkerumun di lubang yang salah. Agus mengaku paham lokasi liang lahat Mbah Moen karena dirinya yang mengurus proses perizinan di Provinsi Mekah melalui ekspatriat Indonesia, KH Dr Fahmi.

“Dr Fahmi lah yang menemui pejabat provinsi Mekah dan dipastikan Mbah Moen dimakamkan di posisi yang sangat strategis di kompleks Ma`la," tuturnya.

Agus mengaku menggotong langsung jenazah Mbah Moen bersama santrinya bernama Muhlisin dan KH Syarif Rahmat. Saat jenazah hendak diturunkan ke liang lahat, banyak jemaah yang berebut untuk menyentuh keranda.

"Saya terlempar ke arah kiri dan Kiai Syarif terlempar ke kanan. Terjadi saling rebut jenazah sebelum dimasukkan ke liang pemakaman. Nah setelah selesai pemakaman, saya lihat ada orang yang membacakan talkin tanpa diminta. Dalam tradisi NU, kalau ada kiai besar wafat jarang ditalkin, dan kalaupun ditalkin harus dilakukan oleh seorang kiai yang selevel. Sebenarnya ini sangat tidak etis dan `kewanen` terlalu berani dan su`ul adab (tak etis), apalagi talkin-nya model `reguler`," ujar Agus.

Kemudian terdengar seseorang yang membacakan talkin setelah proses pemakaman Mbah Moen selesai. Setelah itu, Rizieq langsung membacakan doa dengan suara keras tanpa aba-aba.

Agus menyesalkan Rizieq yang tanpa koordinasi membacakan doa di pemakaman Mbah Moen. Menurut Agus, tindakan tersebut sangat tidak etis.

"Ini yang saya sebut sebagai `ketidak-etisan`. Meski saya muda saya ini jadi Bapak seluruh WNI yang ada di Arab Saudi dan saya sebagai shohibul bait (yang punya hajat). Saya heran ada orang tanpa koordinasi dengan shohibul bait memposisikan diri sebagai pembaca doa," ujar dia.

Tags : Mbah Moen , Agus Maftuh , Rizieq Shihab