Hasanuddin Wahid, Dari Sekum Pagarnusa Hingga Sekjen PKB

| Selasa, 27/08/2019 12:22 WIB
Hasanuddin Wahid, Dari Sekum Pagarnusa Hingga Sekjen PKB Sekjen PKB sekaligus Sekum PP Pagar Nusa, M Hasanuddin Wahid (foto: radarbangsacom)

RADARBANGSA.COM - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus AMI secara mengejutkan menunjuk seorang anak muda sebagai sekretaris jenderal (Sekjen) DPP PKB periode 2019-2024.

Gus AMI menunjuk Muhammad Hasanuddin Wahid sebagai Sekjen PKB lima tahun ke depan menggantikan Hanif Dhakiri yang sudah habis masa jabatannya. Hanif sendiri didapuk menjadi Wakil Ketua Umum Ideologi dan Kaderisasi.

Di kalangan aktivis, politisi dan nahdliyin, nama Muhammad Hasanuddin Wahid sudah tak asing lagi. Pria kelahiran Malang, 02 April 1975 ini memiliki segudang pengalaman organisasi mulai dari semasa sekolah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan (ormas) hingga partai politik.

Pria yang akrab disapa Cak Udin ini, sejak sekolah sudah bergelut dengan dunia organisasi seperti Ikatan Putera Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Batu periode 1987-1999. Di IPNU Cak Udin mulai belajar bagaimana berorganisasi dengan baik.

Selain di IPNU, Cak Udin juga aktif di organisasi intra kampus. Pada tahun 1996-1997 ia terpilih menjadi Ketua Umum Himpunan Jurusan STAIN Malik Ibrahim, Malang (sekarang UIN Malik Ibrahim Malang).

Tidak hanya aktif di intra kampus saja, pria yang sekarang berdomisili di Jakarta Timur ini aktif juga di organisasi ekstra kampus di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Jejak jabatan organisasi di PMII terbilang cukup mentereng. Cak Udin tak hanya aktif sebagai kader, namun juga pengurus sebagai Wakil Ketua Rayon Sunan Ampel Malang selama dua periode berturut-turut yakni 1996-1997 dan 1997-1998.

Dengan pengalaman organisasi ini juga membuat nama Cak Udin yang juga pernah mondok di Pesantren Tebuireng semakin melambung. Pada tahun 1998-1999 ia terpilih menjadi Presiden Mahasiswa, waktu itu namanya masih Ketua Umum Senat Mahasiswa UIN Malang.

Setelah selesai menjabat sebagai Presiden Mahasiswa, pria asal Kota Batu ini didapuk sebagai Ketua Umum PC PMII Malang Raya. Setelah menyelesaikan amanah ini, ia merantau ke Jakarta.

Di Jakarta, sembari melanjutkan masternya di Jurusan Filsafat Universitas Indonesia, Cak Udin diminta untuk menjabat sebagai Ketua I Bidang Kaderisasi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) era kepemimpinan Herry Haryanto Azumi.

Cak Udin dan PKB

Setelah berkecipung cukup lama di PMII, Cak Udin lantas merambah diri ke dunia politik. PKB menjadi partai pilihannya untuk mengabdi pada NU, bangsa dan negara.

Cak Udin tercatat bukan orang baru di tubuh partai berlambang bola dunia berbintang sembilan. Cak Udin adalah Wakil Sekjen PKB sejak 2012, sampai sekarang sudah 7 tahun.

“Jadi, memang enggak (tampil) di publik, (tugasnya) ngerapihin partai. Dari 2012 sampai 2019 ya lumayan. Sejak Imam Nahrawi sekjennya, 2014 Mas Hanif, kemudian Mas Karding, kemudian Mas Hanif lagi. Baru sekarang ini Sekjen," tuturnya.

"Jadi, memang orang enggak tahu. Kan PKB dibagi. Ada wasekjen yang ngurusi internal. Jadi, memang orang enggak tahu kalau saya sudah tujuh tahun jadi wasekjen," katanya.

Di sela jabatannya sebagai Wasekjen ini, Cak Udin juga menjabat Sekretaris Umum Pagar Nusa, organisasi Pencak Silat NU yang dipimpin Mochamad Nabil Haroen alias Gus Nabil.

Posisinya sebagai Sekum Pagarnusa tak lantas membuat gairah organisasinya melemah. Selama tujuh tahun, Cak Udin ternyata juga mampu menggawangi amanah sebagai Wasekjen DPP PKB bidang internal.

Kiprah dan komitmen kuat berorganisasi ini membuat Cak Udin tentu sudah cukup kenyang dan memahami seluk beluk kepartaian, khususnya PKB.

"Saya sudah mengikuti dua kali verifikasi faktual di KPU, mengikuti dua kali pileg, dua Muktamar ini," tutur Cak Udin yang juga pernah menjadi Sekjen DKN Garda Bangsa.

Tags : Hasanuddin Wahid , PKB , Pagarnusa