Susy Susanti Tanggapi Kegagalan Indonesia di Piala Thomas 2018

| Sabtu, 26/05/2018 20:06 WIB
Susy Susanti Tanggapi Kegagalan Indonesia di Piala Thomas 2018 Anthony Sinisuka Ginting mengawali kemenangan Indonesia saat menundukkan tuan rumah Thailand, Selasa (22/5). (Foto: badmintonindonesia)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Indonesia akhirnya terhenti di babak semifinal Piala Thomas 2018. Punggawa merah putih harus merelakan posisi di final kepada Tiongkok, setelah kalah 1-3. Hasil ini tidak lebih baik dari pencapaian tim Thomas Indonesia tahun 2016, dimana saat itu Indonesia tampil sebagai runner up setelah kalah dari tim Denmark.

“Hasil ini memang tidak sesuai dengan harapan. Karena paling tidak kami ingin mempertahankan hasil tahun lalu. Tapi saat ini dengan rangking keseluruhan, kami seeded tiga. Ini juga mempengaruhi. Kalau dilihat kekuatan yang merata itu ada di Tiongkok, baik tunggal maupun ganda. Mungkin kalau ketemu Jepang, peluangnya lebih besar. Lawan Denmark pun bisa,” kata Susy Susanti, manajer tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018.

Saat bertemu Tiongkok, Indonesia kehilangan poin pertamanya dari pemain tunggal, Anthony Sinisuka Ginting. Berhadapan dengan Chen Long, Anthony kalah 20-22 dan 16-21. Namun setelahnya, pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil menang mengatasi Liu Cheng/Zhang Nan. Posisi pun menjadi imbang 1-1.

Sayang di partai berikutnya, Jonatan Christie tak berhasil mengamankan kemenangan. Ia kalah dari Shi Yuqi, 21-18, 12-21 dan 15-21.

“Dari hasil hari ini memang harus kami akui, bahwa tim Tiongkok masih lebih kuat. Dari awal semua sudah berjuang maksimal. Pertama dari Anthony, dia punya kesempatan, sudah ketat-ketat, tapi di akhir harus mengakui keunggulan Chen Long. Tapi permainan secara keseluruhan Anthony sudah cukup baik. Hanya menang di poin-poin kritis ada beberapa kesalahan yang membuat kalah," ujarnya.

"Semua sudah bermain maksimal, tapi lawan cukup baik. Kevin/Gideon sudah tampil cukup baik. Tunggal putra kedua, Jonatan sebenarnya punya kesempatan. Game pertama menang. Saya rasa salah satu kuncinya adalah kalau dia bisa mempertahankan iramanya. Tapi di game kedua berubah dan game ketiga dia agak sedikit tertekan,” jelas Susy.

Di partai keempat, Indonesia kembali kehilangan poin setelah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kalah dari Li Junhui/Liu Yuchen. Hasil ini membuat Indonesia kalah 1-3 dan tak berhasil meneruskan langkah ke babak final.

Susy mengatakan bahwa timnya masih harus melakukan beberapa perbaikan dengan penampilan yang lebih baik. Konsistensi merupakan salah satu aspek yang Susy sorot di sektor ganda. Sementara di sektor tunggal, Susy berharap pemain Indonesia bisa sejajar dengan pemain elit dunia.

“Saat ini persaingan sangat ketat. Di ganda harus lebih konsisten lagi, sedangkan tunggal kami masih ada PR bagaimana untuk meningkatkan performa, konsistensi, permainan lebih matang lagi,” pungkas Susy.

Tags : Piala Thomas dan Uber 2018 , Indonesia , Susy Susanti