Pedas! Nadhirsyah Husen: Banser Cerdas dan Benar Sikapi Felix di Bangil

| Selasa, 07/11/2017 14:26 WIB
Pedas! Nadhirsyah Husen: Banser Cerdas dan Benar Sikapi Felix di Bangil Foto: nu.or.id

DALAM kasus Felix Siauw di Bangil, apa yang dilakukan Banser sudah cerdas dan benar. Tidak ada kekerasan. Tidak ada pentungan. Yang ada Banser bersama Polri menyodorkan surat pernyataan agar ditandatangani Felix bahwa dia setuju Pancasila.

Felix tidak mau tandatangan, pergi diantar Polri dan kemudian koar-koar seolah sebagai victim. Maka orang di luar yang tidak suka dengan NU langsung menggoreng. Orang di dalam NU yang tidak cocok dengan PBNU dan Ansor ikut2an mengkritik. Yang pakar HAM dan demokrasi menyerang pula Banser seolah lupa Felix itu mau ngancurin demokrasi Pancasila.

Kenapa Felix tidak mau tandatangan? Karena dia tidak mau jadi kafir mendukung sistem thogut. Ini masalah akidah buat dia. Bukan masalah demokrasi atau masalah NU.

Saya mengambil sikap: saya MENDUKUNG 100% Banser dan Polri yang meminta semua tokoh HTI untuk tandatangan di surat pernyataan sebelum bisa ceramah. Ini masalah menjaga NKRI.

HTI sudah bubar tapi tokoh-tokohnya masih bebas berceramah. Mereka pintar berlindung dibalik pengajian untuk terus menyebarkan paham khilafah.

Kalau pemerintah dan polri yang di depan melarang dan membubarkan maka Polri dan Jokowi dianggap anti Islam oleh kelompok seperti Amien Rais dkk.

Polri dan Pemerintah jadi gamang bersikap. Belum lagi TNI lewat Panglimanya bersikap merangkul pihak-pihak yang secara politik dan ideologis berseberangan dengan Pemerintah dan Pancasila. Polri tidak mau dibenturkan dengan TNI.

Maka diaturlah strategi. Banser ditaruh di depan menghadang Felix dkk. Polri memback-up di belakang. Yang kena caci maki adalah Banser. Dan saya merasa tidak layak saya ikut-ikutan mengkritik dan mencaci Banser atas upaya mereka berdiri di depan menjaga Pancasila dan NKRI.

Kalau bukan Banser yang bergerak, siapa lagi?

Buka mata dan lihatlah bahwa Felix, Bachtiar Nasir, FPI dkk bahkan diundang ceramah di kantor polisi, kementrian, BUMN dan lain-lain.

Apa tidak gendeng ini? Kalian yang sekarang mengkritik Banser jangan menyesal kalau Banser mutung dan tidak mau lagi turun menjaga NKRI. Emang enak terus menerus disalahkan dan dicaci maki?

Banser perlu dirangkul, bukan malah kalian merangkul HTI dan FPI. Banser perlu dijaga dan ditemani, bukan malah terus dikritik oleh internal NU sendiri. Banser perlu terus diberdayakan, bukan malah dipermalukan oleh elit NU sendiri.

Saya, Nadirsyah Hosen, sekali lagi mendukung apa yang dilakukan para sahabat Banser di Bangil terhadap Felix Siauw.

Maju terus Banser dengan senyum dan doa.

Tabik,

 

Nadirsyah Hosen

Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama

Australia - New Zealand

Tags : Banser , Felix Siauw , HTI Bubar