Lomba Cerpen Santri 2018

Penjaraku Jelmaan Syurga

| Kamis, 01/11/2018 16:01 WIB
Penjaraku Jelmaan Syurga Dok Radarbangsa

Oleh: Mutmainnah

RADARBANGSA.COM - Aku Ani, santri baru di pondok Ubbadushomad. Aku anak orang yang kaya raya, dulu hidupku penuh dengan kebebasan, aku bebas pergi kemana saja yang aku inginkan. Tapi sekarang, hidupku bagaikan tawanan, aku terkekang, tak ada sedikit pun waktu ku untuk bersenang-senang.

Di pondok, aku sekamar dengan Kirana dan Laura, mereka adalah kakak kelasku. Aku heran dengan mereka, kenapa mereka bisa betah di tempat ini? Aku saja yang baru sebulan di sini sudah tidak tahan dengan semua aturan ini, rasa penasaran ini selalu menghantui pikiran, hingga aku memberanikan diri untuk bertanya pada mereka.

Ani      :” Ehhh Laura, Kirana kenapa sih kalian bisa betah di tempat ini?”

Laura   :”Aku nggak tahu ( bingung sambil gigit jari ) Mungkin karena aku sudah lama di sini.”

Kirana :“Gini dek, kakak betah di sini karena kakak ingin menuntut ilmu dan ingin   membahagiakan orang  tua kakak”

Ani      :“Apa kakak nggak merasa tertekan. Harus inilah! harus itulah!. Semuanya penuh dengan aturan.”

Kirana :”Dulunya sih iya dek, tapi seiring dengang berjalannya waktu kakak merasa nyaman   di tempat ini.”

Tiba-tiba sang ustadz menginstruksikan semua santri untuk mulai persiapan shalat ashar.

Kirana :”Udah dulu ya dek, kakak mau siap-siap dulu nanti kita bicara lagi”

Ani      :”Iya deh kak”

Kirana :” Ani nggak mau siap-siap juga? Nanti telat lho”

Ani      :”Nanti aku nyusul ke mushalla aja “

Cinta   :”Ya udah deh, Laura kita berangkat yuk!”

Laura   :”ayuk”

Shalat segera ditunaikan, suasana menjadi hening. Setelah beberapa menit akupun masuk ke mushalla  dengan langkah kaki  yang penuh percaya diri, meskipun waktu  itu aku datang terlambat. Saat itu semua mata menyorot ke arahku bagaikan macan yang sedang memburu mangsanya. Tapi meskipun begitu, aku tidak merasa malu dengan tindakanku itu, tanpa melirik kiri kanan lagi aku langsung bergegas dan mengambil posisi untuk sholat. Setelah aku selesai sholat, tiba-tiba ustadz memanggilku dengan raut muka yang menegangkan.

Ustadz :”Heeyy,,,kamu yang terlambat sholat maju ke depan!.(sambil menunjuk Ani)”

Ani      :”Iya ustadz.”

Ustadz :”Kenapa kamu terlambat ?,(dengan nada suara yang tinggi dan muka memerah)”

Ani      :”Terdiam(sambil menundukkan kepala)”

Ustadz :”Hari ini saya maafkan karena kamu santri baru di sini, tapi kesalahan ini jangan diulangi lagi.”

Ani      :”Ya ustadz, saya tidak akan terlambat lagi.”

Ustadz :”Kembali ke tempat mu!.”

Aku kembali dengan wajah kesal dan malu sambil berkata dalam hati”apa-apaan ini, baru saja telat 5 menit aku sudah dibentak abis-abisan, dia pikir dia siapa bisa membentakku dengan seenak nya”. Setelah aku duduk ustadz menyuruh kami untuk mulai menghafal Al-Quran.

Ustadz :”Iqro min surah an-naba ila surah al muthoffifin! kemudian lanjutkan hafalan kalian!!!”

Semua santri :”Baiklah ustadz.”

Baca selengkapnya di sini

Tags : Hari Santri 2018 , Cerpen Santri , PKB