Lomba Cerpen Santri 2018

Kecuali Menjadi Bagian

| Kamis, 01/11/2018 17:17 WIB
Kecuali Menjadi Bagian Dok Radarbangsa

Oleh: Laily Aulia

RADARBANGSA.COM - Alkeera tersentak saat sebuah suara memanggilnya lantang pertanda peringatan. Ia kontan menoleh mendapati Kak Rusi, keamanan pesantren putri, berdiri di ambang pintu kelas membuat dirinya gelagapan. Kontan ia menutup buku tebalnya seraya beranjak dari tempatnya duduk. Keringat dinginnya bercucuran karena gugupnya dia. Walaupun sudah sering seperti ini, selalu saja seolah menjadi yang utama.

“Jam berapa sekarang?” tanya Kak Rusi dingin terkesan acuh seraya melipat tangannya geram.

Mau tak mau Alkeera menoleh, menatap jam dinding yang terpasang disana. Sejenak dia tersentak karena jarum pendek menunjuk pada angka 12. Ia menatap Kak Rusi takut. Sudah berulang kali kesalahan yang sama terjadi dan membuat Kak Rusi marah.

Ia menunduk takut, “maaf, Kak. Saya khilaf.” sesalnya munafik. Selalu saja seperti itu alasannya.

Kak Rusi menatapnya tajam mengidentifikasi, “khilaf?” tanyanya meremehkan, “sering kali kamu lakukan hal ini, dan kamu katakan maaf?”

Alkeera terdiam, tetap merunduk.

“Kamu sudah melakukan hal yang sama selama lebih dari 4 kali dalam seminggu, Alkeera!” bentak Kak Rusi, “sekali lagi kamu lakukan hal yang sama, dari pihak pengurus akan menghukum kamu dengan hukuman berbeda!” ancamnya.

Alkeera mengangguk pasrah menyetujui kalimat Kak Rusi.

Alkeera Asy-Syiffa’, Santriwati berprestasi yang selalu meraih juara dalam bidang olahraga. Menjuarai tenis lapanan adalah hobinya, sampai berulang kali memborong juara satu. Selain itu, ia juga hobi dalam bidang menulis, sampai berulang kali juga mendapat kejuaraan dalam lomba kepenulisan. Namun, otaknya terlalu bebal untuk mendengar kalimat kritikan dan saran yang baik dari orang lain. prinsipnya adalah, kamu ya kamu, aku ya aku. Ini aku, kamu nggak suka, ya terserah. Telinganya selalu lari saat jemarinya mulai memegang pena beralas buku. Alhasil, dia selalu saja tidak jama’ah subuh karna tidurnya yang larut malam. Kalau saja dia tidak berprestasi, pasti dia sudah di damprat dari pesantren.

Baca selengkapnya di sini

Tags : Hari Santri 2018 , Cerpen Santri , PKB