2000 Santri di Cirebon Belajar Media Digital

| Kamis, 14/12/2017 07:28 WIB

CIREBON, RADARBANGSA.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melatih 2.000 santri di Cirebon, Jawa Barat, untuk bisa memanfaatkan media digital dengan positif dan sehat. Menurut Staff Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) bidang Komunikasi Gun Gun Suwandi, para Santri memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan dakwah yang membawa kedamaian di dunia maya.

"Karena dakwah itu bisa saja melalui media digital. Santri harus berperan untuk bisa menyampaikan dakwah yang damai dan sejuk di dunia maya," kata Gun Gun di Cirebon, Rabu, 13 Desember 2017.

Dia mengungkapkan, banyak kabar bohong (hoaks) yang berseliweran didunia maya dan ini bisa menimbulkan perpecahan. Selain itu ada juga sejumlah konten yang mengajarkan pemahaman radikal sehingga sudah sangat membahayakan.

Untuk ikut memerangi hal tersebut, Kominfo menggelar kegiatan Festival Literasi Digital Pesantren di Pondok Pesantren Buntet.

"Sekitar dua ribu santri yang hadir. Mereka dilatih untuk memanfaatkan media digital dengan positif dan sehat," tuturnya seperti dikutip antaranews.com.

Gun gun mengatakan sejak tahun 2008, terdapat 144 orang yang telah diproses hukum karena melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), terutama perihal berita palsu dan ujaran kebencian di media sosial (medsos).

Hingga 2016, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memblokir sekitar 773.000 situs internet yang didominasi konten pornografi.

"Untuk menangkal hal ini, maka perlu juga keterlibatan para santri," pungkasnya.

Dalam festival literasi digital tersebut, para santri diajari untuk bisa membuat vlog, meme, live streaming dan sejumlah konten positif lainnya, yang bisa langsung dipublikasikan ke dunia maya. Ada lima kelas yang dibuka dan dimanfaatkan oleh para santri, untuk bisa menimba ilmu tentang literasi digital.

Tags : Kominfo RI , Santri , Media Digital

Video Terkait