Ramadan, Jumlah Penonton TV Capai 7 Juta/Hari

| Sabtu, 09/06/2018 21:05 WIB
Ramadan, Jumlah Penonton TV Capai 7 Juta/Hari Ilustrasi.

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Bulan Ramadan selalu disambut meriah dan penuh syukur oleh umat muslim. Selain meningkatkan amal ibadah, juga momen berkumpul bersama keluarga.

Selain itu, bulan ramadan ternyata juga memberi dampak perubahan pada pola konsumsi konsumen. Menurut keterangan resmi dari Nielsen Indonesia, Kamis, 7 Juni 2018 lalu, jumlah penonton TV di 11 kota besar meningkat dari rata-rata 5,9 juta per hari menjadi 7 juta per hari.

Jumlah penonton mengalami peningkatan terutama di waktu sahur. Konsumsi media TV meningkat seiring dengan meningkatnya durasi menonton, yang biasanya rata-rata menonton TV hanya 4 jam 53 menit, di bulan Ramadan meningkat menjadi 5 jam 19 menit.

Bulan Ramadan juga memunculkan kecenderungan untuk menonton TV bersama keluarga dengan adanya peningkatan co-viewing untuk anak usia 5-14 tahun yang ditemani oleh penonton usia 20 tahun ke atas meningkat sebesar 31%. Jumlah jam tayang tipe program keagamaan (religi) meningkat, namun tipe program series masih menjadi program yang paling banyak dikonsumsi selama bulan Ramadhan.

Tak hanya televisi yang mengalami peningkatan konsumsi, selama bulan Ramadan konsumen yang mendengarkan radio juga meningkat 13 persen, menjelajahi internet meningkat 9 persen dan yang menonton bioskop meningkat 17 persen.

Menariknya, peningkatan jumlah pendengar radio yang paling besar ditemui di dua kota yang juga akan menjadi tuan rumah penyelenggaan Asian Games 2018, yakni Jakarta (+10%) dan Palembang (+23%).

Di kedua kota ini pun terjadi perubahan kebiasaan dalam mendengarkan radio, yaitu pendengar lebih banyak mendengarkan radio melalui radio tape selama bulan Ramadan sedangkan di periode sebelumnya lebih banyak menggunakan handphone.

“Perubahan kebiasaan, seperti peningkatan kepemirsaan TV, peningkatan jumlah TV co-viewing dan berubahnya medium yang digunakan untuk mendengarkan radio dari personal device (HP) menjadi collective device (radio tape), mengindikasikan bahwa bulan Ramadan membuat orang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di rumah,” Kata Hellen Katherina, Executive Director Media Business, Nielsen Indonesia, seperti dikutip dari laman okezone.com, Sabtu, 9 Juni 2018.

Berdasarkan rata-rata 11 kota yang disurvei Nielsen, pada bulan Ramadhan para pendengar radio yang lebih memilih mendengarkan konten religi meningkat 11 persen. Peningkatan tertinggi berada di Yogyakarta (+38%), Jakarta (+31%), Makassar (+27%) dan Palembang (+25%).

Tags : Bulan Ramadan , Penonton TV