Cak Imin Dorong LIPI Integrasikan Iptek Modern dan Fikih

| Rabu, 23/08/2017 17:03 WIB
JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi cukup mencengangkan banyak orang di berbagai penjuru dunia. Kesejahteraan dan kemakmuran material yang dihasilkan oleh perkembangan iptek modern tak jarang membuat sejumlah orang bangga dan berpuas diri, namun juga diantaranya justru tak mampu meraihnya. Teknologi adalah aktivitas atau kajian yang menggunakan pengetahuan sains untuk tujuan praktis dalam industri, pertanian, perobatan dan lain-lain. Teknologi juga dapat didefinisikan sebagai kaedah atau proses menangani suatu masalah teknis yang berasaskan kajian saintifik termaju dengan menggunakan elektronik, proses kimia, dan permesinan canggih. Secara kasat mata, teknologi memang terkesan jauh dari pola ilmu pengetahun agamis yang bersifat ukhrawi, sosial, dan terkesan kaku seperti yang terangkum dalam sejumlah karya-karya ulama klasik. Karena teknologi merupakan bagian dari sains yang berkembang secara mandiri, menciptakan dunia tersendiri. Namun tidak bagi Abdul Muhaimin Iskandar. Menurutnya, ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) sangat bisa diintegrasikan dengan Islam dalam konteks sains modern. Langkah ini bisa dikatakan sebagai profesionalisme atau kompetensi dalam satu keilmuan yang bersifat duniawi di bidang tertentu dibarengi atau dibangun dengan pondasi keilmuan ukhrawi. “Kemajuan Iptek LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) seyogyanya memungkinkan fikih berintegrasi ke dalam kehidupan modern tanpa mengorbankan identitasnya,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin di Jakarta, Rabu 23 Agustus 2017. Jika pada tataran sejarah kebangkitan Islam ditandai dengan menumbuhkan kembali semangat iman dan menghilangkan stagnasi pemikiran melalui produk fikih oleh para mujtahid, namun kemajuan iptek harus menjadi kesadaran bagi setiap umat Islam untuk senantiasa mengintegrasikan keduanya, terutama LIPI. Menurut Cak Imin, kesadaran tersebut akan muncul pada saat umat Islam sama-sama memahami dasar pengetahuan fikih dan juga iptek sekaligus. Oleh sebab itu, fikih dan Iptek merupakan dua aspek yang saling menopang satu sama lain dan secara bersama-sama menjadi sebuah fondasi bagi pengembangan khazanah keilmuan aktual dan kontributif. “LIPI bisa ikut menumbuhkan budaya Iptek tumbuh pesat beserta maraknya perkembangan spesialisasi dalam banyak bidang. Warga PKB wajib semarakkan budaya Iptek dalam segala bidang, termasuk dalam kehidupan beragama. Agama dan Iptek sejalan,” tegas Cak Imin. Lebih dari itu, Cak Imin menyatakan bahwa integrasi ilmu agama yang terangkun dalam fikih dengan Iptek modern dapat membawa kemaslahatan yang lebih konkrit bagi masa depan Indonesia. “Masa depan Indonesia hanya ada di tangan orang yang berani bereksperimen dalam iptek untuk kemashlahatan umat,” tukas Cak Imin. AZ
Tags :