Produksi Minyak Turun, PKB Minta SKK Migas Perketat Pengawasan Blok Rokan

| Kamis, 16/01/2020 20:13 WIB
Produksi Minyak Turun, PKB Minta SKK Migas Perketat Pengawasan Blok Rokan Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Wahid (batik hitam) saat menghadiri raker dengan SKK Migas (foto: Istimewa)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Wahid mengungkapkan, produksi lifting minyak di Blok Rokan yang saat ini masih dikelolah Chevron terjadi penurunan hingga 20 ribu barel.

“Bisa saja kebocoran dikarenakan adanya pencurian sehingga menyebabkan menurunnya lifting tersebut,” kata Abdul Wahid saat rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama SKK Migas di Nusantara I, Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis 16 Januari 2020.

Untuk itu, Abdul Wahid meminta kepada SKK Migas untuk melakukan pengawasan terhadap kebocoran dan dugaan pencurian tersebut, “Kami minta SKK Migas lebih ketat mengawasinya,” pintanya.

Diketahui, SKK Migas merencanakan produksi lifting dan minyak mencapai 1 juta barel per hari pada 2030 mendatang. Untuk itu, Abdul Wahid meminta agar sumur-sumur tua yang ada di Riau agar dikelola untuk mendukung rencana ini.

“Seribu atau dua ribu barel per hari saja sangat signifikan untuk mendukung rencana 1 juta barel pe rhari yang direncanakan SKK Migas ini,” ungkapnya.

Seperti diketahui, cekungan yang baru diproduksi 20, sementara hasil penemuan yang produksi ada 8 cekungan dan yang belum diproduksi atau dibor sebanyak 70 cekungan.

Tags : SKK Migas , Blok Rokan , Abdul Wahid , PKB