Ekonomi Melambat, Gus AMI Minta Pemerintah Serius Perhatikan UMKM

| Rabu, 12/08/2020 11:54 WIB
Ekonomi Melambat, Gus AMI Minta Pemerintah Serius Perhatikan UMKM Cak Imin Hadiri Nikah Massal Fatayat NU di Kabupaten Malang, Jatim, 26/11/17 (foto: Radarbangsa)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Pelambatan ekonomi pada triwulan II 2020 terkontraksi hingga 5,32 persen tampaknya sudah menjadi lampu merah buat pemerintah. Jika tidak hati-hati dan tidak segera mengambil langkah-langkah tepat dan strategis dalam pemulihan ekonomi, maka tidak menutup kemungkinan resesi akan terjadi.

Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan, tantangan yang harus dilakukan adalah segera menggerakkan perekonomian nasional melalui cipta lapangan kerja dibarengi dengan terobosan-terobosan sehingga mampu membalikkan pelambatan menjadi pertumbuhan.

“Salah satu langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk menggerakkan perekonomian nasional adalah melalui penciptaan lapangan kerja. Di sinilah saya kira pemerintah harus benar-benar memperhatikan nasib UMKM di masa pandemi ini,” tegas Gus AMI, sapaan akrab Muhaimin Iskandar dalam keterangannya, Rabu, 12 Agustus 2020.

Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat bahwa konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu penyangga dan penggerak pertumbuhan ekonomi telah terkontraksi atau mengalami pelambatan 6,51 persen.

Di sisi lain tabungan masyarakat di perbankan nasional justru meningkat, di mana kelas menengah yang jumlahnya sekitar 115 juta merasakan ketidakpastian sehinga mereka menyimpan uang mereka di bank. Ini jelas sesuatu yang paradoks.

Mengapa UMKM? Gus AMI berujar, UMKM yang saat ini jumlahnya mencapai 64 juta ini adalah sektor yang paling terdampak saat pandemic covid 19 ini. Pemerintah perlu memperhatikan nasib UMKM karena selama ini UMKM telah menjadi penyangga masalah ketengakerjaan di Indonesia.

UMKM telah mendonorkan tenaga kerja yang tidak sedikit sehingga ia mampu meningkatkan konsumsi rumah tangga yang merupakan penopang utama pertumbuhan ekonomi.

“Jangan lupa, selama ini UMKM telah menjadi katub pelapung masalah ketenaga kerjaan. Di saat ekspor terbatas, maka tumpuan utama adalah usaha di dalam negeri dan itu adalah sektor UMKM,” tegas Gus AMI.

Karena itu, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyebut saat pandemi di mana seluruh sektor ekomi bergerak lambat, maka hanya ada satu cara yang bisa dilakukan yakni fokus pada pengembangan sektor yang mampu memberi efek pada orang banyak dan menciptakan lapangan kerja.

“Maka kehadiran negara untuk betul-betul memperhatikan sektor UMKM melalui stimulus-stimulus serta kebijakan yang berpihak pada mereka menjadi sesuatu yang tak bisa ditawar,” tukas dia.

Tags : Gus AMI , Ekonomi , Covid19