Dirut Bulog Sebut Pembangunan 100 Gudang Baru Perkuat Ketahanan Pangan Hingga Wilayah 3TP

Selasa, 11 November 2025 20:31 WIB
Gudang beras Bulog. (Foto: RRI)
Gudang beras Bulog. (Foto: RRI)

RADARBANGSA.COM - Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pembangunan 100 gudang baru menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional dengan menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).

"Karena yang mau kita bangun (gudang Bulog) mayoritas banyak yang di 3T tersebut. Dan 3T ini kan jauh-jauh dan kita mobilisasi material aja agak sulit kesana. Jadi kita berharap secepatnya supaya dibangun," kata Rizal ditemui seusai penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Percepatan Pembangunan Gudang Bulog di Kantor Kemenko Pangan Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Ia menyampaikan, pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut nyata dari hasil penetapan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang menjadi dasar percepatan program prioritas itu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Rizal menyampaikan Presiden secara langsung menginstruksikan agar Bulog segera membangun 100 gudang baru yang difokuskan di kabupaten dan kota yang selama ini belum memiliki fasilitas penyimpanan pangan memadai.

Pembangunan gudang-gudang tersebut, lanjutnya, akan mendukung efisiensi rantai pasok pangan, mengurangi biaya logistik, serta memudahkan Bulog menyerap gabah dan jagung hasil panen petani di berbagai daerah.

Dengan adanya gudang di daerah tersebut, lanjut Rizal, Bulog dapat memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga meski terjadi hambatan transportasi laut saat musim barat atau gelombang tinggi melanda wilayah kepulauan.

Selain sebagai tempat penyimpanan, beberapa gudang juga akan dilengkapi fasilitas modern seperti Rice Milling Unit (RMU) dan pengering (dryer) untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal.

Dia berharap seluruh proyek pembangunan 100 gudang ini dapat rampung dalam waktu satu tahun, meski tetap memperhitungkan faktor cuaca dan tantangan logistik di daerah terpencil Indonesia.

"Kapasitasnya setiap gudang bervariasi. Jadi ada yang kecil tipenya 1.000 ton, ada yang 3.500 ton, bahkan ada yang 7.000 ton. Tergantung dari kemampuan ataupun daerah tersebut memiliki daerah persawahan yang luas atau tidak," tuturnya.



Reporter : Anata Lu’luul Jannah
Redaktur : M. Isa