Utang Luar Negeri Turun jadi USD 423,8 M dari USD 424,9 M

Kamis, 15 Januari 2026 16:32 WIB
Dolar AS (Doc: Pexels)
Dolar AS (Doc: Pexels)

RADARBANGSA.COM — Bank Indonesia mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan pengelolaan utang yang tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global.

Berdasarkan data Bank Indonesia, posisi ULN Indonesia pada November 2025 tercatat sebesar sekitar 423,8 miliar dolar AS, turun dibandingkan posisi Oktober 2025 yang berada di kisaran 424,9 miliar dolar AS. Penurunan ini sejalan dengan perlambatan pertumbuhan tahunan utang luar negeri.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan utang pemerintah dan swasta. Menurutnya, pengelolaan utang luar negeri tetap dilakukan secara cermat dan terukur untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Peran utang luar negeri akan terus dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas pemerintah dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan,” ujar Ramdan dalam keterangan resmi Kamis, (15/1/26).

Secara rinci, posisi utang pemerintah pada November 2025 tercatat menurun menjadi sekitar 209,8 miliar dolar AS dari sebelumnya 210,5 miliar dolar AS pada Oktober 2025. Sementara itu, utang luar negeri swasta juga mengalami penurunan, terutama pada perusahaan nonkeuangan, di tengah tantangan ekonomi global.

Bank Indonesia menilai struktur utang luar negeri Indonesia masih berada dalam kondisi sehat. Hal ini tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terkendali serta dominasi utang jangka panjang yang lebih stabil.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam memantau perkembangan utang luar negeri, guna memastikan peran ULN tetap mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengganggu stabilitas makroekonomi.




Reporter : Anata Lu’luul Jannah
Redaktur : Ahmad Zubaidi