RADARBANGSA.COM - Upaya memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digital terus dilakukan pemerintah melalui peluncuran Indonesia Open Network (ION) sebagai jaringan terbuka perdagangan digital yang terintegrasi lintas platform.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan bahwa ION dirancang untuk menjawab berbagai hambatan utama yang selama ini dihadapi UMKM dalam memasuki ekonomi digital.
“Banyak UMKM kesulitan masuk ke ekonomi digital karena biaya dan keterikatan platform. ION membuka pilihan agar pelaku usaha bisa ditemukan dan bertransaksi lintas aplikasi,” jelasnya dalam acara 12th Annual Indonesia Economic Forum di Jakarta Selatan, Kamis (05/02/2026).
Menurut Wamen Nezar, potensi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui USD 130 miliar pada akhir tahun ini. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh pelaku usaha.
“Pada paruh pertama tahun ini, tercatat lebih dari 6 miliar transaksi QRIS. Namun, pertumbuhan tersebut belum dirasakan merata,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wamen Nezar menilai kehadiran ION sebagai jaringan terbuka dan terdesentralisasi memungkinkan pelaku usaha tetap memiliki kendali atas bisnisnya tanpa terikat pada satu aplikasi.
“ION bukan super app. Ini jaringan terbuka. UMKM bisa menjual produk di banyak aplikasi sekaligus dan tetap memegang kendali atas usahanya,” ujar Wamen Nezar.