Tiongkok Jadi Pemasok Impor Nonmigas Terbesar Senilai USD 7,89 Milyar

Senin, 02 Maret 2026 16:00 WIB
Kapal Peti Kemas (Doc: pexels)
Kapal Peti Kemas (Doc: pexels)

RADARBANGSA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tiongkok masih menjadi negara pemasok utama barang impor nonmigas ke Indonesia pada Januari 2026. Nilai impor nonmigas dari negara tersebut mencapai sekitar US$7,89 miliar atau setara 43,75 persen dari total impor nonmigas nasional.

Berdasarkan laporan resmi BPS, nilai impor nonmigas Indonesia pada Januari 2026 tercatat sebesar US$18,03 miliar atau meningkat 16,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Besarnya impor dari Tiongkok menunjukkan kuatnya peran negara tersebut sebagai mitra perdagangan utama Indonesia, khususnya dalam penyediaan barang industri dan komponen manufaktur.

Selain Tiongkok, dua negara lain yang menjadi pemasok utama impor nonmigas Indonesia adalah Australia dengan nilai sekitar US$1,07 miliar atau 5,92 persen, serta Jepang sebesar US$946 juta atau sekitar 5,25 persen dari total impor nonmigas.

Sementara itu, impor nonmigas dari kawasan ASEAN tercatat sebesar US$2,32 miliar atau sekitar 12,86 persen dari total impor nonmigas. Adapun impor dari negara-negara Uni Eropa mencapai sekitar US$1,41 miliar atau setara 7,79 persen.

BPS mencatat sebagian besar impor nonmigas Indonesia berasal dari komoditas mesin dan perlengkapan elektrik, mesin dan peralatan mekanis, serta berbagai produk kimia. Kebutuhan terhadap komoditas tersebut berkaitan erat dengan aktivitas industri dan produksi dalam negeri.

Secara keseluruhan, nilai impor Indonesia pada Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar atau naik 18,21 persen dibandingkan Januari 2025. Meski impor meningkat cukup tajam, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus sebesar US$0,95 miliar yang ditopang oleh surplus sektor nonmigas.




Reporter : Anata Lu’luul Jannah
Redaktur : Ahmad Zubaidi