Bahlil Tegaskan Kesepakatan Energi dengan AS Tak Tambah Impor

Selasa, 03 Maret 2026 16:30 WIB
Gas Elpiji 3 Kg (Doc: Dinas Kominfo Jember)
Gas Elpiji 3 Kg (Doc: Dinas Kominfo Jember)

RADARBANGSA.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa perjanjian perdagangan energi antara Indonesia dan Amerika Serikat tidak akan menambah kuota impor energi nasional. Kesepakatan tersebut hanya mengalihkan sumber impor dari negara lain ke Amerika Serikat.

Bahlil menjelaskan, Indonesia memang masih mengimpor sejumlah komoditas energi seperti LPG, BBM, dan minyak mentah karena produksi dalam negeri belum mencukupi kebutuhan nasional. Namun dalam kerja sama terbaru dengan Amerika Serikat, pemerintah hanya mengganti asal negara pemasok tanpa menambah total volume impor.

“Untuk kebutuhan LPG kita setiap tahun sebesar 8,3 juta ton, sementara produksi nasional kita 1,6 juta sehingga per tahun kita mengimpor sekitar 7 juta ton. Yang kedua BBM dan ketiga crude, inilah yang kita konsensuskan kemarin di Amerika untuk belanja USD15 miliar,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Selasa 3 Maret 2025.

Ia menambahkan, pembelian energi dari Amerika Serikat tetap mengikuti mekanisme harga pasar. Bahkan, untuk komoditas LPG disebut lebih kompetitif dibandingkan beberapa pemasok lain di dunia.

“Volume impornya sama, hanya kita ganti sumbernya saja. Jadi yakinlah bahwa kedaulatan bangsa ini tetap terjaga,” kata Bahlil.

Kesepakatan energi senilai sekitar USD15 miliar tersebut mencakup pembelian LPG sekitar USD3,5 miliar, minyak mentah sekitar USD4,5 miliar, serta produk BBM olahan sekitar USD7 miliar dari Amerika Serikat. Kerja sama ini merupakan bagian dari perjanjian perdagangan timbal balik antara kedua negara.




Reporter : Anata Lu’luul Jannah
Redaktur : Ahmad Zubaidi
KATA KUNCI