Bahlil Tegaskan Pasokan Batu Bara untuk PLN Aman hingga April

Rabu, 04 Maret 2026 16:30 WIB
Dump Truk pengangkut batubara (Doc: Pexels/pixabay)
Dump Truk pengangkut batubara (Doc: Pexels/pixabay)

RADARBANGSA.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) dalam kondisi aman setidaknya hingga April 2026. Pemerintah memastikan kebutuhan batu bara untuk sektor kelistrikan tetap terpenuhi meskipun ada penyesuaian produksi nasional.

Bahlil menyampaikan pemerintah terus memantau kebutuhan batu bara PLN agar operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) tetap berjalan stabil. “Untuk kebutuhan PLN, saya memastikan bahwa sampai dengan Maret, April, no issue,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/26).

Menurutnya, pengaturan produksi batu bara melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tidak akan mengganggu pasokan untuk pembangkit listrik. Pemerintah justru memprioritaskan alokasi produksi batu bara untuk kebutuhan domestik, terutama untuk PLN.

Penyesuaian target produksi batu bara pada 2026 dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar. Kebijakan tersebut juga bertujuan memperbaiki stabilitas harga komoditas batu bara di tingkat global.

Pemerintah sebelumnya menetapkan target produksi batu bara nasional sekitar 600 juta ton pada 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi produksi pada 2025 yang mencapai sekitar 790 juta ton, namun kebutuhan energi domestik tetap diprioritaskan agar pasokan listrik nasional tetap terjaga.




Reporter : Anata Lu’luul Jannah
Redaktur : Ahmad Zubaidi