RADARBANGSA.COM - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), mendesak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) untuk segera memanaskan mesin bisnisnya.
Kehadiran institusi bisnis di tingkat akar rumput ini dinilai sangat krusial sebagai roda utama penggerak ekosistem ekonomi masyarakat desa. Penegasan tersebut dilontarkan Miq Iqbal saat meninjau langsung kesiapan Koperasi Merah Putih Telaga Bertong.
Guna memuluskan langkah awal operasional koperasi, Gubernur tak sekadar memberi imbauan. Ia langsung menugaskan Bank NTB Syariah untuk menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).
Setiap koperasi yang dinilai siap, menurutnya, akan diguyur bantuan senilai Rp25 juta. Namun, suntikan modal ini tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan barang.
Ia menjelaskan bahwa barang-barang jualan tersebut dipasok langsung dari sejumlah mitra strategis pemerintah, seperti Perum Bulog, Pupuk Indonesia, hingga Pertamina.
Nantinya, barang-barang kebutuhan pokok tersebut akan dijual kembali oleh pengurus koperasi kepada warga sekitar.
"Yang terpenting mereka mulai berbisnis dulu. Dari margin penjualan itu, mereka bisa memutar keuntungannya untuk menambah modal usaha ke depannya," imbuhnya dikutip Minggu (15/3/2026).
Gubernur membeberkan, visi jangka panjangnya adalah mengintegrasikan seluruh koperasi desa ini dengan proyek-proyek raksasa pemerintah pusat.
Sebut saja program andalan Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan kampung nelayan, hingga inisiatif peternakan terintegrasi. Semua program itu nantinya akan bermuara pada pemberdayaan koperasi lokal.
Sebagai langkah uji coba perdana (pilot project), Pemprov NTB akan menetapkan 10 koperasi untuk menerima kucuran CSR tersebut.
Jika skema ini terbukti manjur mendongkrak ekonomi desa, keran bantuan serupa akan dibuka lebih lebar untuk koperasi-koperasi lainnya yang sudah matang.
Hingga saat ini, komitmen dukungan CSR untuk membangkitkan urat nadi bisnis koperasi desa di NTB telah disokong penuh oleh Bank NTB Syariah dan Bank Mandiri.