RADARBANGSA.COM - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong dana umat, termasuk zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf), dikonsolidasikan untuk industri, termasuk membangun pabrik-pabrik yang memproduksi kebutuhan masyarakat, guna mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan dana umat harus diarahkan secara produktif melalui ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi, sehingga manfaatnya dapat kembali kepada umat dan meningkatkan kesejahteraan.
Menkop Ferry menyebutkan, potensi zakat nasional mencapai lebih dari Rp320 triliun per tahun, sementara wakaf produktif sekitar Rp180 triliun.
“Akan sangat baik apabila dana umat itu dikonsolidasikan untuk membangun industri yang memproduksi berbagai produk kebutuhan masyarakat. Produk-produk itu siap dipasarkan melalui ribuan gerai koperasi desa merah putih,” ujarnya dilansir dari antaranews, Senin (16/3/2026).
Ferry yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menekankan perlunya pengelolaan dana umat yang profesional, transparan, dan produktif.
Ia menambahkan MES menjadi wadah strategis untuk mempercepat penerapan sistem ekonomi syariah di Indonesia dengan melibatkan pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, dan pelaku usaha.
"Kami di MES mendorong agar kita mulai masuk ke sektor riil. Kita tidak boleh hanya menjadi nasabah, tapi juga harus menjadi debiturnya ke bank atau lembaga keuangan syariah untuk bisa mendanai pembangunan pabrik-pabrik," tuturnya.
Namun, ia mengakui masih banyak tantangan dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan dana umat tersebut seperti tingkat literasi masyarakat yang rendah, kepercayaan publik, profesionalisme pengelola, koordinasi antar lembaga, serta distribusi dana yang masih banyak bersifat konsumtif.
Selain itu, Ferry menyinggung progres pembangunan kopdes/kel merah putih yang telah mencapai 32 ribu unit secara nasional, dengan sekitar 2.000 unit selesai 100 persen.
Ia menilai koperasi desa dapat menjadi jaringan distribusi bagi produk-produk yang dihasilkan dari dana umat yang dikelola secara produktif.