Dirut Bulog Sebut Anggaran untuk Serap Gabah dan Jagung Pakan Capai Rp68,6 Triliun

Selasa, 14 April 2026 17:01 WIB
Gedung Bulog. (Foto: RRI)
Gedung Bulog. (Foto: RRI)

RADARBANGSA.COM - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut total anggaran penyerapan gabah hingga jagung pakan sesuai penugasan pemerintah mencapai Rp68,6 triliun sebagai dukungan penguatan ketahanan pangan nasional.

"Total anggaran untuk serapan gabah, kemudian kedelai, sama jagung itu adalah Rp68,6 triliun," kata Rizal dilansir dari antaranews, Selasa (14/4/2026).

Rizal mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk mendukung penugasan pemerintah dalam menyerap hasil produksi petani dalam negeri secara optimal guna menjaga stabilitas pasokan pangan nasional tanpa importasi.

Lebih lanjut, Bulog juga melaporkan capaian penyerapan beras hingga 13 April 2026 telah mencapai sekitar 48,7 persen dari target yang ditetapkan pemerintah sebanyak 4 juta ton. Capaian tersebut setara dengan sekitar 1,9 juta ton beras yang berhasil diserap sepanjang periode berjalan pada awal tahun 2026 hingga pertengahan April.

Sementara itu, stok beras Bulog tercatat mencapai 4,727 juta ton dan diproyeksikan akan menembus angka 5 juta ton dalam waktu dekat seiring percepatan penyerapan gabah petani.

Selain beras, Bulog juga mendapatkan penugasan untuk menyerap jagung pipil kering sebanyak 1 juta ton guna memperkuat cadangan pangan komoditas strategis lainnya.

Penugasan tersebut diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2026 yang menetapkan harga pembelian jagung sebesar Rp5.500 per kilogram.

Dalam aturan tersebut, jagung yang diserap harus memenuhi kriteria usia panen dengan kadar air antara 18 hingga 20 persen sesuai standar kualitas yang ditetapkan pemerintah.

Bulog mencatat hingga 5 April 2026, realisasi pengadaan jagung pipil kering oleh BUMN pangan itu telah mencapai 131.673 ton sebagai bagian dari upaya memenuhi target nasional.



Reporter : Neli Elislah
Redaktur : M. Isa