339 UMKM Siap Unjuk Gigi, Delapan Mal Jadi Panggung Pasar Kreatif Bandung 2026

Sabtu, 06 Juni 2026 21:01 WIB
Para pengunjung tengah berburu outfit dalam Late Night Shopping di Summarecon Mall Bandung. (Foto: summareconmall.bandung)
Para pengunjung tengah berburu outfit dalam Late Night Shopping di Summarecon Mall Bandung. (Foto: summareconmall.bandung)

RADARBANGSA.COM - Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Bandung bersiap memamerkan produk terbaik mereka dalam gelaran Pasar Kreatif Bandung 2026. Tak tanggung-tanggung, Pemerintah Kota Bandung menggandeng delapan pusat perbelanjaan besar untuk menjadi etalase produk lokal selama hampir dua bulan penuh.

Ajang yang akan berlangsung pada 8 Juni hingga 2 Agustus 2026 tersebut menjadi pembuka rangkaian Program Bulan Belanja Bandung sekaligus momentum memperkuat daya saing UMKM di tengah ketatnya persaingan pasar. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengatakan Pasar Kreatif Bandung 2026 akan resmi diluncurkan pada 8 Juni di Paris Van Java.

“Pasar Kreatif Bandung menjadi pembuka sekaligus launching Bulan Belanja Bandung pada 8 Juni di Paris Van Java,” ujar Ronny pada Jumat (5/6/2026).

Tahun ini, sebanyak 339 UMKM binaan berhasil lolos proses kurasi dan siap memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, menandakan semakin besarnya minat pelaku usaha untuk naik kelas melalui platform promosi yang lebih luas.

“Ini meningkat dari tahun sebelumnya. Mereka sudah melalui proses seleksi dan kurasi agar sesuai dengan pasar di masing-masing mal,” katanya.

Delapan pusat perbelanjaan yang terlibat dalam program ini meliputi Paris Van Java, Cihampelas Walk, 23 Paskal Shopping Center, Trans Studio Mall Bandung, Kings Shopping Center, Summarecon Mall Bandung, Festival Citylink, dan Botanika Bandung Mall.

Menurut Ronny, Pasar Kreatif Bandung bukan sekadar ajang transaksi jual beli. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai sarana memperkuat identitas merek atau branding produk UMKM agar semakin dikenal masyarakat.

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan branding. Setelah itu baru diharapkan ada peningkatan penjualan dan omzet,” katanya.

Masuknya UMKM ke pusat-pusat perbelanjaan modern juga dinilai memberikan pengalaman baru bagi para pelaku usaha yang selama ini lebih banyak berjualan di lokasi konvensional. Kehadiran produk lokal di mal diharapkan mampu meningkatkan eksposur sekaligus memperkuat citra produk di mata konsumen.

“Ketika mereka masuk ke mal, exposure-nya berbeda. Ini akan membantu meningkatkan citra dan daya saing produk mereka,” ujar Ronny.

Beragam produk unggulan khas Bandung akan meramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, mulai dari sektor fesyen, kriya, hingga kuliner. Selain menjadi ruang promosi, kegiatan ini juga membuka peluang lahirnya jejaring bisnis baru antara pelaku UMKM dengan calon pembeli maupun investor.

“Pasar Kreatif Bandung juga membuka peluang jejaring bisnis baru bagi pelaku UMKM, termasuk potensi kerja sama dengan buyer maupun investor,” kata dia.

Dengan melibatkan ratusan UMKM dan delapan mal besar, Pasar Kreatif Bandung 2026 diharapkan menjadi salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi kreatif sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai kota yang dikenal dengan inovasi dan produk lokal unggulannya.



Reporter : Abdul Rahman Wahid
Redaktur : Rahmad Novandri