Dirut Bulog Sebut Papua Selatan Jadi Kawasan Pangan Seluas 102 Ribu Hektare

Senin, 06 Juli 2026 06:01 WIB
Ahmad Rizal Ramdhani (Dirut Bulog). (Foto: Perum Bulog)
Ahmad Rizal Ramdhani (Dirut Bulog). (Foto: Perum Bulog)

RADARBANGSA.COM - Perusahaan Umum (Perum) Bulog menyebut Papua Selatan saat ini menjadi wilayah pengembangan kawasan pangan terbesar di Tanah Papua dengan total pengembangan mencapai seluas sekitar 102 ribu hektare.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan pers di Jayapura, Minggu (5/7), mengatakan bahwa kawasan tersebut diproyeksikan menjadi lumbung pangan masa depan Indonesia yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan terdiri atas 48.934 hektare lahan cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan yang tersebar di wilayah Merauke dan sekitarnya," ujarnya dilansir dari antaranews, Senin (6/7/2026).

Menurut Rizal, Papua Selatan kini menjadi salah satu fokus utama pengembangan pangan nasional yang disiapkan untuk mendukung produksi beras nasional secara berkelanjutan.

Untuk itu, jelasnya, pemerintah juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung pertanian, mulai dari penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pembangunan Rice Milling Unit (RMU), dryer (pengering), gudang penyimpanan, serta sarana pascapanen lainnya.

"Modernisasi pertanian di Merauke telah menunjukkan hasil signifikan, di mana produktivitas gabah meningkat dari sekitar 3 ton per hektare menjadi sekitar 4-7 ton per hektare. Selain itu, indeks pertanaman juga mulai meningkat menuju target tiga kali tanam dalam setahun," tukasnya.

Dia menambahkan, peningkatan ini tidak hanya soal produksi, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Pendapatan petani di kawasan pengembangan bahkan meningkat hingga 300 persen.

"Tingginya potensi kawasan tersebut juga terlihat dari antusiasme petani yang mengusulkan tambahan sekitar 2.000 hektare lahan cetak sawah baru untuk mendukung perluasan produksi pangan," tuturnya.



Reporter : Ainur Rasyid
Redaktur : M. Isa