RADARBANGSA.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan pasokan Pertalite dan biodiesel Indonesia tetap aman hingga akhir tahun meski konflik global masih berlangsung dan mempengaruhi dinamika harga energi di dunia.
"Indonesia sekarang pembelian minyaknya masih rata-rata di angka 91 (dolar Amerika Serikat per barel), itu relatif sampai akhir tahun, at least Pertalite dan biodiesel aman," kata Airlangga dilansir dari antaranews, Rabu (12/8).
Menko Airlangga menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 bertajuk "Regaining Investor Trust: Navigating the Future of Indonesian Listed Companies".
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi global pada semester kedua masih menghadapi tantangan karena perang di Ukraina dan Timur Tengah belum berakhir serta ketegangan di kawasan Selat Hormuz.
Ia mengatakan harga minyak dunia masih menjadi indikator penting dalam membaca dampak konflik.
"Kita selalu melihat bahwa kalau harga minyak di atas 110 (dolar Amerika Serikat per barel), itu biasanya ada ceasefire atau ada tweet," ujarnya.
Airlangga menjelaskan, pemerintah masih melakukan pembelian minyak dengan harga rata-rata sekitar 91 dolar Amerika Serikat per barel sehingga pasokan Pertalite dan biodiesel tetap terjaga sampai akhir tahun.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah masih mampu menjaga stabilitas penyediaan energi di tengah ketidakpastian global tanpa menghadapi tekanan signifikan terhadap kebutuhan bahan bakar dalam negeri.
"Jadi bagi Indonesia relatif, Indonesia masih melihat dengan situasi harga minyak yang tidak di atas 100 (dolar Amerika Serikat per barel). Artinya Indonesia sekarang pembelian minyaknya masih rata-rata di angka 91 (dolar Amerika Serikat per barel), itu relatif sampai akhir tahun at least Pertalite dan biodiesel aman," tukasnya.