BEN Carnival 2025: Blitar Tampilkan Kekayaan Budaya Nusantara

Minggu, 24 Agustus 2025 11:02 WIB
BEN Carnival 2025. (Foto: monitor indonesia)
BEN Carnival 2025. (Foto: monitor indonesia)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah Kota Blitar menggelar 4th Blitar Ethnic National (BEN) Carnival 2025 pada Sabtu (23/8/2025).

Mengusung tema “The Magnificent of Indonesia”, acara ini diikuti 43 peserta dari berbagai unsur, mulai perangkat daerah, BUMD, hingga instansi vertikal.

Mereka menampilkan kekayaan seni budaya, adat, dan tradisi Nusantara melalui tari, musik, hingga busana khas daerah.

Pawai budaya ini dimulai pukul 09.00 WIB, menempuh rute dari Aloon-Aloon Kota Blitar menuju Kantor DPRD.

Ribuan warga tampak antusias menyaksikan kemeriahan parade penuh warna yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-80 Kemerdekaan RI, dengan semangat Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.

Pembukaan acara dilakukan oleh Direktur Film, Musik, dan Seni Kemendikbud, Dr. Syaifullah Agam, ditandai prosesi rampak kendang sebagai simbol harmoni kebhinekaan.

Turut hadir perwakilan BPIP, Kemenparekraf, pejabat eselon, Forkopimda, Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin (Mas Ibbin), pimpinan DPRD, serta sejumlah tamu undangan.

Dr. Syaifullah Agam mengapresiasi semangat budaya yang ditunjukkan Kota Blitar.

Menurutnya, BEN Carnival menjadi wujud nyata kekayaan budaya Indonesia yang mempersatukan bangsa. “Setiap kostum, tarian, dan musik mencerminkan identitas kita sebagai bangsa yang majemuk. Ini bukti bahwa persatuan adalah kekuatan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Blitar Mas Ibbin menyampaikan bahwa BEN Carnival bukan sekadar ajang seni, melainkan sarana menanamkan nasionalisme dan menggerakkan ekonomi kreatif.

“Budaya dari Sabang sampai Merauke kita hadirkan untuk merayakan Bhinneka Tunggal Ika dan memperkuat jati diri bangsa,” tegasnya.

BEN Carnival 2025 diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga upaya pelestarian budaya, penguatan karakter bangsa, dan implementasi amanah Trisakti Bung Karno, yakni berkepribadian dalam kebudayaan.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : M. Isa