The Seven Lakes Festival 2025 Jadi Simbol Harmoni dan Kebangkitan Wisata Probolinggo

Senin, 10 November 2025 11:02 WIB
Suasana pembukaan festival 7 danau probolinggo. (Foto: nabiel ba)
Suasana pembukaan festival 7 danau probolinggo. (Foto: nabiel ba)

RADARBANGSA.COM - The Seven Lakes Festival 2025 yang digelar di Ranu Segaran, Desa Segaran, pada Sabtu (8/11/2025), menjadi simbol kebangkitan pariwisata sekaligus perdamaian di Kabupaten Probolinggo.

Hal ini disampaikan Bupati Probolinggo Mohammad Haris dalam acara pembukaan festival tersebut.

Acara dibuka dengan prosesi penyatuan tujuh air dari tujuh danau yang dituangkan ke dalam kendi besar, kemudian disatukan di danau utama Ranu Segaran.

Prosesi itu dilakukan Bupati bersama sejumlah tamu undangan di panggung apung sebagai simbol harmoni dan persaudaraan.

“Probolinggo memiliki alam dan keindahan luar biasa. Festival ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali budaya daerah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Haris.

Ia menegaskan bahwa Seven Lakes Festival 2025 bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk syukur atas kekayaan alam dan budaya lokal.

Angka tujuh, menurutnya, menyimpan makna filosofis karena dianggap angka kesempurnaan tercermin dalam tujuh hari seminggu, tujuh lapis langit, serta tujuh danau dan tujuh air terjun yang dimiliki Probolinggo.

Festival ini mengusung konsep culture nature tourism yang menekankan pelestarian alam dan budaya lokal.

Gus Haris menegaskan komitmen Pemkab menjaga kelestarian lingkungan.

“Alam bukan warisan nenek moyang, melainkan titipan anak cucu kita. Wajib kita jaga dan kembalikan dalam kondisi lebih baik,” tuturnya.

Tak hanya aspek budaya, Bupati juga menyoroti dampak ekonomi yang diharapkan langsung dirasakan masyarakat sekitar.

“Kami ingin masyarakat Tiris dan Krucil bangkit. Dengan semakin banyak wisatawan datang, menginap, dan menikmati kuliner lokal, ekonomi warga akan bergerak,” katanya.

Pimpinan Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo, Umil Sulistyoningsih, turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan festival tersebut.

Ia menilai kegiatan ini dapat memperkuat sektor pariwisata sekaligus membuka ruang kreativitas bagi masyarakat.

“Festival ini bukan hanya memperkenalkan potensi alam, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan UMKM dan pelaku seni lokal. Harapan kami, kegiatan seperti ini terus berkelanjutan,” ujar Umil.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan lintas sektor agar dampak festival dapat terasa luas.

“Jika pemerintah, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama, pariwisata Probolinggo akan semakin maju dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” tambahnya.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri