Sempat Lumpuh akibat Longsor, Desa Wisata Wae Rebo Kini Kembali Dibuka

Rabu, 11 Februari 2026 17:30 WIB
Keindahan Desa Wisata Wae Rebo. (Foto: gohalalnow)
Keindahan Desa Wisata Wae Rebo. (Foto: gohalalnow)

RADARBANGSA.COM - Setelah hampir sebulan tidak menerima kunjungan, Desa Wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kembali dibuka untuk wisatawan. Pembukaan kembali destinasi yang berada di kawasan pegunungan itu mulai berlaku sejak Senin (9/2/2026).

Penutupan sebelumnya dilakukan sejak 15 Januari 2026 akibat cuaca buruk yang memicu gangguan di jalur menuju desa. Hujan lebat dan angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang serta memicu titik longsor di sepanjang rute trekking.

Ketua Lembaga Pelestari Budaya Wae Rebo, Mikael Tonso, mengatakan operasional wisata sudah berjalan normal setelah kondisi cuaca membaik dan jalur akses dibersihkan.

"Sejak tanggal 9 Februari (Wae Rebo) buka kembali," ujar Mikael, Selasa (10/2/2026).

Pengelola menyatakan jalur pendakian telah melalui proses pembersihan dan pemeriksaan keamanan. Meski sudah dinyatakan aman dilalui, wisatawan tetap diminta berhati-hati selama perjalanan.

Letak desa di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut membuat perubahan cuaca bisa terjadi secara tiba-tiba. Karena itu, pelancong diimbau menggunakan perlengkapan mendaki yang memadai dan mengikuti arahan pemandu lokal.

Wae Rebo dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan NTT karena kekayaan budaya dan arsitektur tradisionalnya. Desa ini memiliki tujuh rumah adat berbentuk kerucut yang disebut Mbaru Niang.

Selain panorama alam pegunungan, pengunjung juga disuguhkan pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat adat yang masih mempertahankan tradisi. Keramahan warga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.



Reporter : Arif Setiawan
Redaktur : Rahmad Novandri