RADARBANGSA.COM - Indonesia resmi masuk dalam kalender pembuka musim Red Bull Cliff Diving World Series 2026. Untuk pertama kalinya, ajang loncat tebing akrobatik kelas dunia itu digelar di Tanah Air dan akan berlangsung di Bali pada 20–23 Mei 2026.
Bali dipilih sebagai lokasi seri perdana karena dinilai memiliki lanskap dramatis dan kekayaan budaya yang kuat. Kombinasi tersebut dianggap selaras dengan karakter kompetisi yang selalu mencari latar alam eksotis di berbagai belahan dunia.
“Red Bull Cliff Diving telah membawa kami ke berbagai perairan eksotis di segala penjuru dunia, dari tebing-tebing yang indah sampai kolam-kolam alami yang tersembunyi,” kata juara dunia tujuh kali beruntun, Rhiannan Iffland, sebagaimana dikutip redaksi, Sabtu (28/2/2026).
“Yang membuat Indonesia istimewa adalah, lebih dari sekadar panorama yang menakjubkan, negara ini juga menawarkan keindahan budaya yang saya yakini akan memperkaya pengalaman cliff diving kami,” sambungnya.
Seri pembuka musim 2026 ini akan digelar di dua titik berbeda. Babak awal berlangsung di Air Terjun Kroya, Buleleng, yang berada di tengah kawasan hutan tropis. Sementara laga puncak perebutan Trofi King Kahekili akan dilangsungkan di Tebing T-Rex, Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, dengan latar Samudera Hindia.
Sebanyak 24 atlet putra dan putri dari berbagai negara seperti Australia, Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Rumania, hingga Meksiko dipastikan ambil bagian. Selain Iffland, kompetisi di Bali juga menghadirkan Gary Hunt, legenda dengan 80 podium dari 104 kompetisi, serta Constantin Popovici, pemegang rekor skor tertinggi dalam sejarah ajang tersebut.
Dalam kompetisi ini, atlet putra akan melompat dari ketinggian 27 meter, sedangkan atlet putri dari 21 meter—hampir tiga kali lebih tinggi dibanding nomor loncat indah Olimpiade. Kecepatan jatuh atlet sebelum menyentuh air dapat mencapai sekitar 85 kilometer per jam.
Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menyebut ajang internasional ini sebagai tonggak penting bagi pengembangan wisata olahraga alam di Bali.
“Pulau Dewata siap menyuguhkan pengalaman luar biasa untuk para atlet dan seluruh kru Red Bull Cliff Diving yang datang dari berbagai penjuru dunia,” kata dia.
Berdasarkan catatan musim 2025, kompetisi ini ditonton lebih dari 3,3 miliar kali di media sosial secara global. Capaian tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk memperkuat promosi pariwisata Bali di tingkat internasional.
Dalam penyelenggaraannya, TNI Angkatan Laut digandeng sebagai mitra strategis. Dukungan meliputi aspek teknis, operasional, hingga pengamanan selama tahap persiapan dan pelaksanaan, guna memastikan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah seri pembuka Red Bull Cliff Diving World Series 2026.