Besok Ada Gerhana Bulan Total, Puncaknya Sore Hari

Senin, 02 Maret 2026 18:30 WIB
Gerhana Bulan (Doc: Pexels/Luke TInker)
Gerhana Bulan (Doc: Pexels/Luke TInker)

RADARBANGSA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan fenomena Gerhana Bulan Total akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026 dan dapat diamati dari wilayah Indonesia jika kondisi langit cerah. Masyarakat diimbau memanfaatkan momen ini karena fase totalitas akan berlangsung pada sore hingga malam hari.

BMKG mencatat fase gerhana total mulai terjadi sekitar pukul 18.03 WIB, dengan puncak gerhana diperkirakan berlangsung pukul 18.33 WIB. Pada fase ini, Bulan akan tampak berwarna merah gelap atau yang sering disebut sebagai fenomena “Blood Moon”.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan bahwa Gerhana Bulan terjadi akibat dinamisnya posisi Matahari, Bumi, dan Bulan, yang hanya terjadi pada saat fase bulan purnama. Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar.

“Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah; jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” kata Nelly di Jakarta, Senin (2/3).

BMKG menjelaskan tahapan gerhana dimulai dari fase penumbra sekitar pukul 15.42 WIB, kemudian gerhana sebagian mulai pukul 16.49 WIB. Setelah itu, fase totalitas dimulai sekitar pukul 18.03 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 18.33 WIB sebelum perlahan berakhir pada malam hari.

Fenomena ini dapat disaksikan dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus, berbeda dengan gerhana matahari. Namun pengamatan akan lebih jelas jika dilakukan di area terbuka dengan langit yang cerah dan minim polusi cahaya.




Reporter : Anata Lu’luul Jannah
Redaktur : Ahmad Zubaidi