Pasuruan Suguhkan Wisata Petik Jeruk, Nikmati Manisnya Buah di Lereng Tutur

Minggu, 26 Juli 2026 08:01 WIB
Pasuruan Suguhkan Wisata Petik Jeruk Tutur. (Foto: pemkab pasuruan)
Pasuruan Suguhkan Wisata Petik Jeruk Tutur. (Foto: pemkab pasuruan)

RADARBANGSA.COM - Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki kekayaan hasil alam melimpah. Salah satu potensi yang kini dikembangkan menjadi daya tarik wisata adalah kebun jeruk petik di Desa Wonosari.

Wisata petik jeruk tersebut dikelola oleh Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongkojajar yang berada di Jalan Raya Tutur. Destinasi ini menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung untuk memetik langsung buah jeruk dari pohonnya.

Pengelola Wisata Petik Jeruk, Rini Supatmi mengatakan, kebun jeruk tersebut telah dikembangkan sejak lima tahun lalu. Dari ratusan pohon jeruk yang ditanam di lahan seluas lima hektare, tanaman tersebut mulai memasuki masa panen pada tahun ketiga.

"Sejak tahun 2023 kemarin baru mulai panen, dan perlahan mulai kita buka untuk pengunjung yang mau ke sini," ujar Rini saat ditemui ketika memanen jeruk bersama sejumlah staf, Sabtu (25/7/2026).

Untuk menikmati wisata petik jeruk, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp15 ribu. Dengan tiket tersebut, wisatawan dapat menikmati buah jeruk langsung di kebun sepuasnya.

Bagi pengunjung yang ingin membawa pulang jeruk hasil petikan, pengelola juga menyediakan layanan pembelian dengan harga Rp12 ribu per kilogram.

"Kalau tiket masuknya Rp15 ribu bisa makan sepuasnya. Tapi kalau ingin bawa pulang tinggal ditimbang, per kilonya hanya Rp12 ribu," jelas Rini.

Salah satu pengunjung, Nining (45), mengaku menikmati pengalaman berwisata di kebun jeruk tersebut. Selain menawarkan suasana sejuk khas kawasan pegunungan, buah jeruk yang tersedia juga dinilai memiliki kualitas baik dengan rasa yang manis.

"Jeruk yang saya suka siem madu, dan manis sekali. Tinggal memilih yang matang di pohon maupun yang belum," ungkapnya.

Melalui wisata petik jeruk ini, Desa Wonosari tidak hanya menawarkan potensi pertanian lokal, tetapi juga menghadirkan alternatif wisata alam yang mampu mendukung perekonomian masyarakat sekitar.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri