8 Rekomendasi Kuliner Khas Klaten, dari Soto Bebek hingga Segarnya Dawet Bayat

Sabtu, 22 Agustus 2026 16:01 WIB
Sego wiwit salah satu kuliner khas Klaten. (Foto: umkm klaten)
Sego wiwit salah satu kuliner khas Klaten. (Foto: umkm klaten)

RADARBANGSA.COM - Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tidak hanya dikenal dengan deretan destinasi wisata alam dan umbul yang menyegarkan. Daerah yang berada di antara Yogyakarta dan Solo ini juga memiliki beragam kuliner khas dengan cita rasa unik dan masih terus dilestarikan hingga kini.

Mulai dari hidangan berkuah, olahan daging, makanan tradisional hingga minuman segar, kuliner khas Klaten bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman berbeda saat berkunjung ke Kota Bersinar.

Berikut delapan rekomendasi kuliner khas Klaten yang patut dicoba.

1. Soto Bebek Klaten

Soto bebek menjadi salah satu kuliner yang cukup dikenal di Klaten. Berbeda dengan soto ayam pada umumnya, hidangan ini menggunakan daging bebek dengan kuah gurih dan kaya rempah.

Potongan daging bebek yang dimasak hingga empuk dipadukan dengan kuah hangat, nasi, serta pelengkap lainnya. Cita rasanya yang khas membuat soto bebek cocok dinikmati sebagai menu makan siang maupun santapan hangat saat pagi hari.

2. Nasi Tumpang Lethok

Kuliner khas lainnya yang tidak boleh dilewatkan adalah nasi tumpang lethok. Sajian ini berupa nasi yang disiram sambal tumpang berbahan dasar tempe semangit atau tempe yang telah melalui proses fermentasi.

Aroma khas dari tempe semangit berpadu dengan santan dan berbagai bumbu, menghasilkan rasa gurih dengan sedikit sentuhan pedas. Biasanya, nasi tumpang disajikan bersama sayuran, tahu, telur, maupun lauk lainnya.

Meski sederhana, nasi tumpang lethok menjadi salah satu kuliner tradisional yang memiliki cita rasa kuat dan lekat dengan kehidupan masyarakat Jawa.

3. Sego Wiwit

Sego wiwit merupakan sajian tradisional yang memiliki nilai budaya cukup kuat dalam kehidupan masyarakat Klaten dan Jawa.

Hidangan ini awalnya berkaitan dengan tradisi masyarakat sebelum memulai masa panen padi. Nasi disajikan bersama berbagai lauk dan pelengkap sebagai bagian dari ungkapan rasa syukur.

Kini, sego wiwit tidak hanya dikenal sebagai bagian dari tradisi, tetapi juga menjadi salah satu kuliner yang menarik untuk dicicipi karena menghadirkan cita rasa masakan rumahan khas pedesaan.

4. Ayam Panggang Klaten

Bagi pencinta olahan ayam, ayam panggang khas Klaten bisa menjadi pilihan. Ayam dimasak dengan berbagai bumbu rempah sebelum dipanggang hingga menghasilkan aroma khas dan rasa gurih.

Biasanya, ayam panggang disajikan bersama nasi hangat, sambal, serta lalapan. Proses pengolahan dengan bumbu tradisional membuat cita rasa ayam semakin kuat dan cocok dinikmati bersama keluarga.

5. Emping Garut

Klaten juga memiliki beragam makanan ringan tradisional, salah satunya emping garut. Berbeda dengan emping yang umumnya dibuat dari biji melinjo, camilan ini menggunakan bahan dasar umbi garut.

Umbi tersebut diolah menjadi keripik tipis dengan tekstur renyah. Rasanya yang ringan membuat emping garut cocok dijadikan teman minum teh maupun oleh-oleh setelah berkunjung ke Klaten.

6. Keripik Belut

Kuliner berbahan dasar belut juga cukup populer di sejumlah wilayah Klaten. Belut diolah dengan bumbu kemudian digoreng hingga menghasilkan tekstur renyah.

Keripik belut menawarkan perpaduan rasa gurih dan renyah yang khas. Makanan ini juga menjadi salah satu pilihan oleh-oleh bagi wisatawan yang ingin membawa pulang cita rasa kuliner lokal.

7. Dawet Bayat

Setelah menikmati berbagai makanan berat, Dawet Bayat bisa menjadi pilihan untuk menyegarkan tenggorokan. Minuman tradisional ini dikenal dengan perpaduan cendol, santan, dan gula merah yang menghasilkan rasa manis dan gurih.

Dawet biasanya disajikan dengan es sehingga cocok dinikmati saat cuaca panas. Kesegaran minuman tradisional ini menjadikannya salah satu kuliner yang layak dicoba ketika berkunjung ke Klaten.

8. Jadah Tempe

Jadah tempe menjadi salah satu kuliner sederhana yang memiliki perpaduan rasa unik. Jadah yang terbuat dari ketan disajikan bersama tempe bacem dengan cita rasa manis dan gurih.

Perpaduan tekstur jadah yang lembut dengan tempe bacem menciptakan sensasi tersendiri saat disantap. Kuliner tradisional ini cocok menjadi pilihan sarapan maupun camilan saat menikmati suasana pedesaan.

Beragam kuliner tersebut menunjukkan bahwa Klaten tidak hanya memiliki kekayaan wisata alam dan budaya, tetapi juga potensi kuliner yang menarik untuk dijelajahi. Dari makanan tradisional hingga camilan khas, setiap sajian menawarkan cita rasa sekaligus cerita tentang kehidupan masyarakat setempat.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Klaten, berburu kuliner khas bisa menjadi cara lain untuk mengenal daerah tersebut lebih dekat. Selain menikmati keindahan umbul dan berbagai destinasi wisata, mencicipi makanan lokal tentu dapat melengkapi pengalaman perjalanan di Kabupaten Klaten.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri