Pasca Covid-19, Gus Menteri Siap Berangkatkan Kades ke Luar Negeri untuk Studi Banding

| Jum'at, 03/07/2020 14:53 WIB
Pasca Covid-19, Gus Menteri Siap Berangkatkan Kades ke Luar Negeri untuk Studi Banding Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar (foto: kemendesagoid)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Kepala Desa dan penggiat desa serta pendamping desa masih berpeluang diberangkatkan ke luar negeri untuk mengikuti studi banding.

Hal itu disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar saat diwawancarai China Daily di Jakarta, Kamis 2 Juli 2020 lalu.

Menurut Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri ini, Kemendes PDTT memberangkatkan sejumlah kepala desa, penggiat desa dan pendamping desa ikuti studi banding bertujuan agar desa-desa lebih inovatif dalam melaksanakan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

"Studi banding ke luar negeri diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan memunculkan inovasi dalam pengelolaan dan pembangunan desa, serta dapat membangun jaringan, menambah pengetahuan dan membuka pasar antar kepala desa dengan mitra luar negeri. Diharapkan setelah kunjungan itu, dapat diterapkan didesanya masing-masing apa yang mereka liat di luar negeri," kata Gus Menteri.

Selain itu, kata Gus Menteri, tujuan lainnya untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan bagi para penggiat desa, bagaimana membangun perdesaan dengan belajar dari Negara-negara sahabat yang lebih “maju”.

"Setelah melaksanakan benchmarking diharapkan para penggiat desa mendapatkan inspirasi untuk mencontoh/mereplikasi model pembangunan perdesaan sesuai dengan potensi yang dimiliki desa masing-masing, tentunya dengan tahapan yang dituangkan dalam action plan atau rencana kerja dan tindak lanjut," kata Gus Menteri.

Jadi, lanjut Gus Menteri, Kemendes tetap akan melanjutkan program studi banding ke luar negeri seperti ke negara China, Korea, Thailand, Malaysia dan Negara Asia Lainnya.

"Sejak tahun lalu, kita sudah kirimkan sejumlah kepala desa, pendamping desa dan penggiat desa ke luar negeri seperti China dan korea. Hasil evaluasi program kerjasama ini cukup baik, apabila kondisi sudah baik dan normal, kami kira program ini bisa dilanjutkan," kata Gus Menteri.

Tags : Virus Corona , Covid19 , Gugus Tugas , Kemendes