Tradisi Maulid Nabi di Banyuwangi, Ribuan Warga Ikut Pawai Endhog-endhogan

Jum'at, 05 September 2025 21:02 WIB
Pawai Endhog-endhogan. (Foto: polsekglagah_restabanyuwangi)
Pawai Endhog-endhogan. (Foto: polsekglagah_restabanyuwangi)

RADARBANGSA.COM - Ribuan warga Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, tumpah ruah mengikuti pawai Endhog-endhogan sejauh 2,2 km dari Masjid Baiturrahman menuju Kantor Desa Kembiritan. Mereka membawa aneka jodhang telur hias dengan iringan rebana dan lantunan selawat, Jumat (5/9/2025).

Di antara atraksi yang menarik dari pawai ini adalah replika perahu tumpeng raksasa berisi sekitar seribu hingga dua ribu telur hias karya warga Dusun Krajan Dua. Perahu itu berukuran 6–7 meter, dibuat dengan gotong royong 30–40 warga selama seminggu penuh.

“Kami buat secara swadaya dengan menghabiskan biaya sekitar Rp7 juta, melibatkan 30-40 orang. Kita kerjakan mulai pagi, sore, dan malam selama seminggu. Apa yang kita lakukan ini untuk menyemarakkan Festival Endhog-endhogan,” kata koordinator warga, Taufiq Hidayat.

Panitia Festival Endhog-endhogan Kembiritan, Guntur, mengatakan, tradisi tahun ini lebih meriah dibanding sebelumnya. Tercatat ada 221 kreasi dari tujuh dusun di Kembiritan yang ditampilkan.

“Alhamdulillah setiap tahun tradisi turun temurun ini selalu bertambah meriah. Apalagi Endhog-endhogan Kembiritan ini sudah dua tahun ini masuk dalam kalender Banyuwangi Festival (B-Fest),” kata Guntur yang juga Ketua Takmir Masjid Baiturrahman.

Festival ini diikuti lebih dari 1.000 peserta. Usai pawai, festival dilanjutkan dengan pembacaan dzikir maulid dan pengajian umum di Masjid Baiturrahman.

“Sebelumnya, juga diawali dengan gerakan membaca seribu selawat yang sudah kami lakukan sejak awal Rabiul Awal atau yang jatuh pada 25 Agustus lalu,” ungkapnya.

Pawai Endhog-endhogan dilepas Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Beragam kreasi jodhang bernuansa islami kreasi masyarakat ditampilkan, mulai dari replika Ka’bah, perahu tumpeng telur, pohon kurma, hingga unta beserta penunggangnya.

“Endhog-endhog-an ini bukan hanya sekadar festival yang penuh kemeriahan, tetapi juga menjadi wujud cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW,” kata Ipuk.

Ipuk mengapresiasi semangat kebersamaan, gotong royong, dan keguyuban warga yang tetap konsisten menjaga tradisi Endhog-endhogan ini.

“Mudah-mudahan kita semua yang hadir di sini, yang menyemarakkan festival endhog-endhogan, kelak mendapat syafaat Rasulullah SAW,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga berpesan kepada masyarakat Banyuwangi untuk terus menjaga keamanan, kenyamanan, dan kondusifitas daerah.



Reporter : Arif Setiawan
Redaktur : M. Isa