Gus Qowim: Persatuan Kunci Menjaga Kota Kediri

Jum'at, 05 September 2025 22:58 WIB
Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, memimpin Istighosah dan Doa Bersama bertajuk “Istighosah Kebangsaan: Menjaga Kota Kediri, Merawat Indonesia” di Aula Masjid Agung, Kamis (4/9/2025). (Foto: sekilasmedia)
Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, memimpin Istighosah dan Doa Bersama bertajuk “Istighosah Kebangsaan: Menjaga Kota Kediri, Merawat Indonesia” di Aula Masjid Agung, Kamis (4/9/2025). (Foto: sekilasmedia)

RADARBANGSA.COM - Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, memimpin Istighosah dan Doa Bersama bertajuk “Istighosah Kebangsaan: Menjaga Kota Kediri, Merawat Indonesia” di Aula Masjid Agung, Kamis (4/9/2025).

Kegiatan ini digelar atas inisiatif Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) Koordinator Kediri dan DPW II FORSIMA PAI se-Indonesia.

Dalam sambutannya, Qowimuddin menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya acara tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi teladan bahwa dalam menghadapi tantangan, masyarakat perlu kembali mendekat kepada Allah melalui doa dan ikhtiar bersama demi merawat persaudaraan serta menjaga kedamaian Kota Kediri.

Ia juga menyinggung peristiwa kericuhan beberapa hari terakhir di Kota Kediri yang mengakibatkan gedung terbakar dan aset pemerintah dijarah.

Qowimuddin menilai, perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam demokrasi, namun penyampaiannya harus tetap damai dan bermartabat tanpa merugikan masyarakat.

“Mahasiswa adalah agen perubahan sekaligus penjaga nurani masyarakat. Saya berharap mahasiswa Kediri bisa menjadi teladan dalam berdialog, bermusyawarah, dan menjaga kondusivitas kota,” tegasnya.

Qowimuddin menekankan bahwa Kota Kediri merupakan rumah bersama dengan keberagaman tinggi. Hal itu terbukti dari capaian Indeks Kota Toleran yang menempatkan Kota Kediri di peringkat kedelapan nasional.

Menurutnya, prestasi ini harus terus dijaga dengan menumbuhkan rasa memiliki, terutama pada generasi muda.

“Dengan kebersamaan seluruh elemen, baik tokoh agama, mahasiswa, pemuda maupun pemerintah, insya Allah Kota Kediri akan tetap aman, tentram, dan kondusif. Mari kita rawat bersama kota ini sebagai kota yang MAPAN dan Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Kediri, Firdaus, turut mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut.

Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah kebersamaan antara mahasiswa dan DPRD. Menurutnya, mahasiswa dapat menyampaikan pendapat, masukan, maupun gagasan melalui audiensi dengan DPRD di waktu mendatang.

“Kalian semua punya kontribusi sebagai agen perubahan. Pendapat dan gagasan yang kalian sampaikan bisa menjadi bahan untuk mendorong perubahan di kota ini,” ujar Firdaus.

Acara ini juga dihadiri perwakilan Kodim 0809, Polres Kediri Kota, Bakesbangpol, Rektor UIN Syekh Wasil Wahidul Anam, Ketua FKUB Moh. Salim, organisasi kepemudaan, serta seluruh ketua lembaga legislatif mahasiswa dan organisasi ekstra kampus se-Kota Kediri.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : M. Isa