RADARBANGSA.COM - Ratusan warga hunian sementara (huntara) 1 dan 2 di Dusun Kampung Baru, Desa Konga, Kabupaten Flores Timur, mengeluhkan keterbatasan fasilitas dasar pasca erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Keluhan itu disampaikan langsung kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena saat melakukan kunjungan kerja, Sabtu (6/9/2025).
"Air bersih sangat terbatas, jarak sekolah menengah jauh, kondisi banjir sering terjadi, sementara pelayanan kesehatan pun masih minim," kata Kepala Dusun Kampung Baru, Yohanes Fandi Benediktus.
Sekitar 400 kepala keluarga kini menghuni dua huntara tersebut sejak relokasi. Selain keterbatasan air bersih, warga juga kehilangan lahan garapan, kekurangan benih dan pupuk, serta menyebut bantuan beras belum mencukupi kebutuhan harian. Mereka berharap pemerintah segera membangun hunian tetap di lokasi yang lebih aman, seperti wilayah Nobeleto yang mulai dipertimbangkan.
Meski demikian, warga berusaha mandiri dengan membentuk kelompok tani antar desa dan mengelola lahan secara bersama-sama.
Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Melki menegaskan pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk mencari solusi jangka pendek maupun panjang.
"Nama-nama anak kuliah serahkan ke kami. Saya akan minta Kepala LLDIKTI wilayah NTT membicarakannya dengan pimpinan kampus agar bisa dapat beasiswa atau keringanan biaya," ujar Gubernur Melki.
Selain itu, ia juga meminta pendataan anak usia sekolah dasar hingga menengah pertama untuk diserahkan kepada bupati, sementara siswa SMA dan SMK akan ditangani pemerintah provinsi. Dalam kunjungan itu, Gubernur turut menyalurkan bantuan makanan serta mengecek kondisi air bersih, sanitasi, dan pendidikan anak-anak di lokasi huntara.