RADARBANGSA.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memasang tiga titik Early Warning System (EWS) di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, untuk memperkuat sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam.
Tiga titik pemasangan tersebut berada di Dusun Awang Desa Mertak, Desa Sengkol tepatnya di Gerupuk, dan di kantor Desa Selong Belanak. Selain itu, BNPB juga akan membentuk delapan desa tangguh bencana di tiga lokasi tersebut.
Direktur Mitigasi Bencana BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, mengatakan bahwa Provinsi NTB merupakan salah satu wilayah rawan gempa bumi. Di Kabupaten Lombok Tengah sendiri tercatat ada 14 desa rawan tsunami dan longsor.
"Daerah-daerah pesisir pantai ini yang rawan tsunami,” katanya kepada wartawan, Jumat (10/10/2025).
Ia menjelaskan, dari 14 desa rawan tersebut, baru delapan desa yang telah diintervensi menjadi desa tangguh bencana. Tiga di antaranya kini mendapatkan bantuan tiga unit sirine EWS sebagai langkah antisipatif untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana.
"Potensi gempa bumi Megathrust ini kan tidak ada satu pun yang tahu, tapi potensi itu ada. Namun bagaimanapun bukan isunya, tetapi bagaimana kita meminimalisir korban gempa dan tsunami, kerusakan lingkungan dan sebagainya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, menyampaikan bahwa ketiga unit EWS tersebut akan segera dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Dengan tambahan ini, daerah tersebut kini memiliki total lima unit EWS.
"Dua lagi ada di Bukit Bantar dan Bukit Perangkep, dibuat BMKG dan terpasang di bagian depan dan timur Sirkuit Mandalika,” kata Ridwan.
Ia berharap sistem peringatan dini tersebut dapat dipasang merata di delapan desa pesisir Kuta Mandalika, mengingat panjang garis pantai Lombok Tengah mencapai sekitar 99,69 kilometer.
"Kita akan tambah EWS bertahap,” singkatnya.